Kabinet Mesir Bubar

- Selasa, 15 September 2015 | 18:57 WIB

Presiden Abdel Fattah al-Sisi menerima pembu­baran kabinet itu, dan me­minta PM Ibrahim Mahlab bertahan sampai peme­rinta­han baru dibentuk. Harian pe­me­rintah Al-Ahram mela­por­kan Presiden al-Sissi me­nunjuk Menteri Per­mi­nya­kan Sherif Ismail sebagai perdana menteri baru Mesir.

Kasus korupsi terjadi karena Mesir kekurangan tanah untuk irigasi. Petani Mesir harus mereklamasi tanahnya agar dapat dita­nami produk pertanian, aki­bat meningkatnya urba­n­i­sasi. Korupsi tidak hanya terjadi di departemen per­tanian, tetapi juga di de­partemen lainnya. Survei Bank Dunia tahun lalu, menunjukkan korupsi terja­di pada 59% perusahaan Mesir. Sedikitnya empat menteri di kabinet PM Mah­lab ditahan karena kasus korupsi.

Para diplomat Barat di Cairo mengatakan Presiden al-Sisi makin frustrasi de­ngan lambannya cara kerja pemerintahannya. Padahal sebelum memerintah, al-Sisi yang didukung militer dan Arab Saudi itu berjanji hen­dak membenahi peme­rin­tahan barunya dan mem­berantas korupsi.

Program reformasi yang dicanangkan Presiden Ab­del Fattah al-Sisi juga belum terwujud karena terganjal oleh entangan kelompok Islam Mesir. Diam-diam al-Sisi telah mengurangi sub­sidi listrik dan bahan bakar minyak dalam negeri. Pele­baran Terusan Suez diha­rapkan mampu menjadi an­da­lan sumber ekonomi dan menambah penghasilan Pe­merintah Mesir. (h/inl)

Editor: Administrator

Terkini

Laba PT BBCA Tembus Rp15 T

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:34 WIB

Kamis Pagi, Harga Emas Mulai Turun Tipis

Kamis, 29 Juli 2021 | 08:25 WIB

Pasokan Mengetat, Harga Minyak Dunia Turun

Rabu, 28 Juli 2021 | 07:00 WIB
X