Ratusan Jemaah Haji Tewas

- Kamis, 24 September 2015 | 20:31 WIB

Berdasar laporan wartawan Republika di Mina, EH Ismail, sejumlah saksi mata kejadian menyebut  tidak kurang dari lima hingga enam orang ikut wafat dalam insiden tersebut. Ketua Rombongan 3 Kloter 21 Solo, Muslih mengaku melihat sekitar lima atau enam orang dari Indo­nesia yang juga wafat.

"Kebanyakan memang bukan dari Indonesia, namun ada lima - enam orang yang sepertinya orang Indonesia," kata  Muslih, yang mengaku melihat langsung para korban tersebut kepada Re­publi­ka, Kamis (24/9).

Kesaksian yang sama juga disampaikan, Tim Kesehatan haji rombongan 9 kloter BTH 14, Pontianak, Ansyarullah. "Saya melihat banyak jamaah Indonesia yang meninggal. Mereka ke­mu­dian dimasukkan ke ambulan," kata Ansyarullah. Salah satu jamaah meninggal yang dikenal Ansyarullah adalah Pak Niro, anggota kloter 48 Probolinggo.

Lempar Jumrah Lanjut

Aktivitas pelemparan jumrah yang dilakukan jemaah haji dari berbagai negara tetap ber­lang­sung. Pelemparan jumrah tidak terganggu dengan adanya insiden maut yang menyebabkan ratusan jemaah wafat.

Wartawan Republika, EH Ismail melaporkan, aktivitas pelemparan jumrah berlangsung normal dan jamaah pun tampak riang bertahalul ria di area pintu keluar jamarat. Hanya saja, pu­luhan petugas keamanan terus berjaga-jaga di jamarat sambil menutup jalan ke arah Jalan Arab 204 yang menjadi lokasi insiden.

Sejumlah jemaah Indonesia malah mengaku tidak tahu ada peristiwa maut tersebut.

Sebelumnya sudah keluar fatwa dari para ulama besar Arab Saudi yang menegaskan bahwa melempar jamarat bisa dilakukan pada malam hari. Tapi banyak juga jemaah berusaha berusaha untuk bisa melakukan lempar jumrah pada waktu seperti yang dilakukan Rasulullah SAW yakni setelah tergelincirnya matahari.

Direktur Jenderal Penye­leng­garaan Haji dan Umrah Ke­men­terian Agama Abdul Djamil me­n­jelas­kan kronologi kejadian. Me­nurut Djamil, peristiwa terjadi di Jalan 204 saat rombongan haji melakukan prosesi lempar jum­rah di Mina. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat.

"Ada serombongan jemaah haji yang jalan, tiba-tiba berhenti. Berdesakan, didesak dari be­lakang," kata Abdul Djamil.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini Sederet Masalah Ekspor di Sumbar

Senin, 27 September 2021 | 13:08 WIB

Perlu Tahu! 3 Mobil yang Kurang Laku di Indonesia

Minggu, 26 September 2021 | 08:35 WIB

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB
X