Warga Protes Kesepakatan Perdagangan Bebas Eropa-AS

- Minggu, 11 Oktober 2015 | 18:46 WIB

Berdasarkan lansiran dari Reuters, aksi protes dilakukan sebab menurut mereka kesepakatan itu anti-demokrasi dan menurunkan standar keamanan maka­nan, buruh, serta lingkungan.

Namun, menurut pihak aliansi aksi protes tersebut, sesungguhnya ada 250 ribu orang yang menentang kesepakatan itu. Jumlahnya diakui sangat jauh dari prakiraan mereka. “Inilah aksi protes terbesar yang pernah terjadi di negara ini dalam bertahun-tahun,” ucap direktur kelompok gerakan rakyat Campact, Christoph Bautz, di hadapan para pengunjuk rasa.

Menangani rombongan pengunjuk rasa itu, dika­takan sekitar seribu petugas kepolisian dikerahkan untuk bertugas di lokasi unjuk rasa tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian mengatakan aksi demo itu tak menciptakan masalah apapun.

Kelompok pengunjuk rasa itu selama ini disebutkan telah mengkritik kesepakatan tersebut, yang ditakutkan akan memberikan terlalu banyak kuasa atas perusahaan-perusahaan multinasional yang terlibat, sehingga memperbesar pengeluaran rakyat.

Selain itu, pihak oposisi juga tak ingin undang-undang terkait konsumen yang sudah ditetapkan jadi melemah ketika dihadapkan kepada perusahaan-perusahaan yang mungkin menjadi semacam diktator akibat kesepakatan itu. Kerasnya penentangan, membuat peme­rinta­han Jerman terkejut dan mulai memperhatikan tantangan yang akan dihadapi atas kesepakatan yang diharapkan menjadi penyeimbang perekonomian Tiongkok yang sempat merajalela.

Di lain sisi, para pengusaha dan federasi in­dustri Jermanberharap kesepakatan perdagangan bebas ini dapat mendukung pertumbuhan perekonomian Eropa, selama kesepakatan dijalankan secara adil. (h/Reuters/DW)

Editor: Administrator

Terkini

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB
X