Invasi ke Iraq Turut Melahirkan ISIS

- Rabu, 28 Oktober 2015 | 20:04 WIB

“Saya juga meminta maaf atas beberapa kesa­lahan dalam perencanaan dan, tentu saja, kesalahan kami dalam memahami apa yang akan terjadi setelah kami menyingkirkan rezim itu (Saddam Hussein, red),” kata Blair.

Meskipun demikian, Blair tidak menyesal Saddam Hussein digulingkan dari kekuasaannya.

“Saya merasa berat un­tuk meminta maaf karena menyingkirkan Saddam. Menurut saya, bahkan hing­ga saat ini di tahun 2015, lebih baik dia tidak ada di sana daripada dia ada di sana,” kata bekas kepala pemerintahan Kerajaan Ing­gris itu.

Blair menilai, ada “un­sur kebenaran” dalam pen­dapat yang mengatakan bah­wa invasi militer yang di­dukung AS dan Inggris ke Iraq mengakibatkan mun­culnya kelompok ISIS di Suriah dan Iraq. Demikian me­nurut transkrip wawan­cara yang dimuat situs CNN.

“Tentu saja, Anda tidak dapat mengatakan bahwa di an­tara kami yang me­nying­kirkan Saddam pada 2003 tidak memikul tang­gungja­wab atas situasi yang terjadi pada 2015,” kata Blair. “Te­tapi penting juga untuk me­nyadari, satu, bahwa Arab Spring yang dimulai pada 2011 juga memiliki dampak terhadap Iraq seka­rang ini, dan dua, Daesh (ISIS) se­benarnya muncul dari se­buah basis di Suriah dan bukan di Iraq,” imbuhnya.

Pernyataan dari Blair tentang perang di Iraq itu dikemukakan tidak lama sebelum publikasi jadwal penyelidikan atas perang tersebut yang lama di­tun­da-tunda akan di­umum­kan. (h/hc)

Editor: Administrator

Terkini

Raup Cuan, Ini Kunci Sukses Dapoer Nida Padang Panjang

Minggu, 12 September 2021 | 14:56 WIB

Pandemi Covid-19, Bisnis Online Tumbuh Subur di Padang

Minggu, 12 September 2021 | 12:29 WIB

Mouse Gaming Razer Basilisk V3 Rambah Pasar Indonesia

Sabtu, 11 September 2021 | 07:44 WIB
X