BSM Akan Fokus ke Segmen Ritel

- Selasa, 5 Januari 2016 | 03:20 WIB

Direktur Keuangan dan Strategi BSM, Agus Dwi Handaya mengatakan, pro­yeksi BSM di 2016 tidak jauh dari proyeksi Bank Indonesia dimana per­tum­buhan sekitar 10-12 per­sen. Dengan aset Rp60 triliun, tahun ini BSM menargetkan tambahan aset sekitar Rp 6 triliun.

Fokus bisnis BSM di 2016 tertuju pada segmen ritel yang porsinya akan dinaikkan dua persen men­jadi sekitar 58 persen. Produk yang jadi fokus seperti cicil emas, pem­biayaan mikro dan aneka pembiayaan berbasis pay­roll.

2015 lalu, porsi segmen ritel 56 persen dan kor­porasi 44 persen. Tar­get­nya, pada 2020 segmen ritel akan punya porsi hingga 65 persen.

Untuk segmen kor­po­rasi, pasar BSM masih di­ga­rap bersama induk, Bank Mandiri. ‘’Selain per­gu­ruan tinggi dan rumah sa­kit, banyak juga korporasi nasabahnya Mandiri yang mau menggunakan pem­biayaan syariah,’’ kata Agus Dwi baru-baru ini.

Model pembiayaannya masih sama seperti sebe­lumnya dimana Bank Man­­diri memberi porsi pembiayaan syariah kepa­da BSM atas pembiayaan gabungan yang mereka lakukan. Apalagi, kata Agus Dwi, Bank Man­diri lebih kompeten untuk menganalisis korporasi.

Dari segi dana, BSM akan menggiatkan tabu­ngan, terutama yang ber­sifat lokal, karena produk mereka banyak di sana. ‘’Selama ini tabungan be­lum terlalu terekspos. Nan­ti kami akan lebih banyak kerja sama ke ko­munitas,’’ ungkap Agus Dwi.

BSM memprediksi tabu­ngan haji di 2016 pun masih akan bagus meski sekarang ada pergeseran ke umrah. BSM akan meng­gandeng PT Garuda In­donesia (Persero) Tbk dan agen penyelenggara per­jalanan umrah yag kredibel agar ada skim dan produk pembiayaan umrah yang lebih bagus, aman, dan kompetitif.  (h/rol)

Editor: Administrator

Terkini

90 Koperasi di Sumbar Ajukan Konversi ke Syariah

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:15 WIB

China Krisis Energi, Indonesia Jadi Kebanjiran Untung

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Duh! Harga Alphard Nyungsep hingga Rp1,5 Miliar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Investor Saham Sumbar Kembali Naik, Jadi 43.763 SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:35 WIB

UMKM Sumbar Didorong Punya Nomor Induk Usaha

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:15 WIB
X