Penurunan Suku Bunga Acuan Picu Pertumbuhan Ekonomi

- Senin, 28 Maret 2016 | 03:11 WIB

PADANG, HALUAN — Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) dari 7 persen menjadi 6,75 persen, diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) yang dominan akan berpengaruh kepada sektor pertanian, perdagangan dan pariwisata. 

Demikian disampaikan oleh Ke­pala Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumbar Puji Atmoko saat dijumpai Haluan di kantornya beberapa hari lalu. Ia menuturkan, turunnya suku bunga acuan merupakan kebijakan yang dilakukan oleh BI melalui rapat dewan gubernur (RDG).

“Kebijakan tersebut dilakukan satu bulan sekali. Artinya, suku bunga acuan ini bisa naik atau turun sekali sebulan dengan mempertimbangkan beberapa faktor yang salah satu fak­tornya bisa memicu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BI juga akan lebih ber­hati-hati dalam menentukan ke­bijakan moneter fokus jangka pendek, melalui struktur operasi moneter yang konsisten. “BI akan terus ber­koor­dinasi dengan pemerintah untuk me­ngen­dalikan inflasi dan reformasi struktural, sehingga bisa berjalan dengan baik dan menopang per­tumbuhan ekonomi menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan, karena di Sumbar ini lebih banyak pertanian dan perdagangan serta pariwisata, maka turunnya suku bunga acuan ini me­rupakan kesempatan terbaik dalam pengembangannya. “Sebenarnya sek­tor yang paling berpengaruh dengan turunnya suku bunga acuan ini tidak ada dan semua sektor bisa ber­pe­ngaruh. Namun, Sumbar lebih banyak pertanian, perdagangan dan pariwisata bisa memanfaatkannya,” lanjutnya.

Intinya kata Puji, jika kredit ber­pengaruh tumbuh, maka semua sektor akan berpengaruh tumbuh. (h/win)

Editor: Administrator

Terkini

Bursa Saham AS Anjlok tapi Dolar Menguat

Sabtu, 31 Juli 2021 | 08:16 WIB

Laba PT BBCA Tembus Rp15 T

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:34 WIB

Kamis Pagi, Harga Emas Mulai Turun Tipis

Kamis, 29 Juli 2021 | 08:25 WIB
X