KPRI Kemenag Kota Solok Salurkan Pinjaman Rp2 M

- Kamis, 31 Maret 2016 | 04:03 WIB

KOTA SOLOK, HALUAN — Kepercayaan anggota ter­ha­dap pengurus dan kepiawaian pengurus mengelola usaha dan administrasi sangat me­nen­tukan kemajuan koperasi. Hal inilah yang dibuktikan oleh Koperasi Pegawai Repu­blik Indonesia (KPRI) Kan­tor Kementrian Agama Kota Solok. Dari 183 orang ang­gota, 2 di antaranya bersedia menyimpan uang lebih Rp­200 juta dalam bentuk sim­panan sukarela dengan bunga simpanan 9 persen per tahun. 

Ketua KPRI Kankemenag Kota Solok, Syamsurijal me­nga­takan, selain simpanan sukarela, simpanan hari raya dan tabungan korban anggota juga terus meningkat. Hingga akhir 2015, simpanan hari raya berjumlah Rp34,7 juta, dan tabungan korban sebesar Rp3,3 juta. Sedangkan sim­panan sukarela mencapai Rp288 juta lebih, pembayaran simpanan pokok sebesar Rp­200.000. dan simpanan wajib sebanyak Rp100.000 per bulan berjalan lancar.

Meski jumlah simpanan ang­gota tidak terlalu besar, te­tapi semangat anggota un­tuk menyimpan uang di ko­perasi patut di­apre­siasi, se­ti­­daknya ikut mem­perkuat per­­mo­dalan. Total mo­dal yang di­pu­tar­kan ko­perasi ini hing­ga akhir De­sem­ber 2015 tercatat Rp­3,3 mi­liar. Sekitar Rp2 miliar di anta­ra­nya merupakan mo­dal sendiri.

“Modal sebesar itulah yang kami pu­tar untuk menja­lan­kan usaha simpan pinjam dan unit pe­ngadaan barang,” ung­­kap Syamsurijal kepada Tim Penilai Koperasi Ber­prestasi Sumbar dan Kabid Koperasi dan UM­KM Dinas Koperindag Kota Solok, Zel­di Efiza di kantornya, Selasa (22/3).

Syamsurijal menjelaskan, pinjaman yang disalurkan kepada anggota selama 2015 mencapai Rp2 miliar lebih. Besar pinjaman maksimal kepada setiap anggota sebesar Rp50 juta dengan bunga satu persen per bulan atau 11 persen per tahun karena sela­ma bulan puasa, tidak di­pungut bunga pinjaman.

“Pinjaman di bawah Rp­15 juta hanya dikenakan risi­ko pinjaman sebesar 2 persen dari pinjaman. Di atas Rp15 juta dikenakan asuransi. Risi­ko pinjaman hingga akhir 2015 tercatat sebesar Rp­122,8 juta lebih. Dari pin­jaman sebesar itu, koperasi memperoleh pendapatan be­ru­pa bunga pinjaman sebesar Rp343,1 juta lebih,” terang Syamsurijal didampingi se­kre­taris Efriza Zurdi, Wakil Sekretaris Adriyanti, Ben­dahara Yurnita, dan anggota Ba­dan Pengawas Oma Fahmi. 

Syamsurijal melanjutkan, melalui unit pengadaan ba­rang, koperasi itu men­da­patkan pendapatan bersih sebesar Rp1,18 juta. Koperasi juga memeroleh pendapatan melalui berbagai jasa, sehing­ga total pendapatan kotor selama 2015 mencapai Rp­349 juta lebih. Sementara itu, pengeluaran selama 2015 sebesar Rp116 juta lebih, sudah termasuk honorium pengurus dan badan pengawas serta tunjangan hari raya dan berbagai bentuk pengeluaran lainnya. Dengan demikian, SHU yang dibukukan pada 2015 mencapai Rp233,1 juta, meningkat dibandingkan de­ngan tahun 2014 hanya Rp­167,7 juta.

Syamsurijal menam­bah­kan, koperasi tersebut juga mem­berikan uang suka-duka. Uang itu untuk anggota yang ditimpa musibah. Uang itu juga untuk anggota yang me­nikah untuk kali pertama. (h/rb)

Editor: Administrator

Terkini

Bursa Saham AS Anjlok tapi Dolar Menguat

Sabtu, 31 Juli 2021 | 08:16 WIB

Laba PT BBCA Tembus Rp15 T

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:34 WIB

Kamis Pagi, Harga Emas Mulai Turun Tipis

Kamis, 29 Juli 2021 | 08:25 WIB
X