Laba Triwulan 1 Tumbuh 64,62 Persen

- Kamis, 21 April 2016 | 02:22 WIB

JAKARTA, HALUAN — Walaupun kondisi ekonomi tahun ini belum menunjukkan perbaikan cukup berarti karena masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang melambat, tahun ini kinerja BNI Syariah dibuka dengan cukup baik. Hal ini di­tunjukkan oleh beberapa indikator yang ber­jalan sesuai rencana. Profitabilitas tri­wu­lan I 2016 tercapai sebesar Rp­75,18 mi­liar atau naik sebesar 64,62 persen dibanding Maret 2015 sebesar Rp45,67 miliar. Pertum­buhan laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang didukung dengan kualitas pembiayaan yang terjaga serta rasio dana murah yang lebih baik, di sisi lain opera­sional efisiensi juga terus membaik.

Demikian disampaikan Plt. Direktur Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono saat memapparkan hasil kinerja triwulan I 2016 di Kantor Pusat BNI Syariah Gedung Tempo Pavilion I.

“Dengan semangat ber-Hasanah pada 2016, kami bersyukur kinerja BNI Syariah triwulan I berjalan baik. Hal ini ditandai de­ngan pertumbuhan aset sebesar 20,35 per­sen dari Maret 2015 sebesar Rp20,50 tri­liun, menjadi Rp24,67 triliun. Pertum­bu­han aset didorong oleh pertumbuhan pem­biayaan sebesar 14,95 persen dan per­tumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 20,07 persen dari tahun sebelumnya pa­da periode yang sama,” ulas Imam dalam sia­ran pers yang diterima Haluan, Rabu (20/4).

Dari total pembiayaan sebesar Rp18,04 triliun, sebagian besar merupakan pembia­yaan konsumtif 53,18 persen, disusul oleh pembiayaan produktif/SME 22,2 persen, pembiayaan komersial 16,75 persen, pem­bia­yaan mikro 5,69 persen, dan pembiayaan kartu Hasanah Card 2,15 persen. Untuk pembiayaan konsumtif tersebut sebagian besar portofolio pembiayaan adalah BNI Griya iB Hasanah sebesar 85,99 persen. Pencapaian kinerja bisnis tersebut tetap memperhatikan kualitas pembiayaan dima­na NPF triwulan pertama 2016 tetap terjaga di level 2,77 persen.

Seiring dengan pertumbuhan pembia­yaan, pertumbuhan DPK meningkat sebesar 20,07 persen dari tahun sebelumnya atau tumbuh sejumlah Rp 3,49 triliun dengan rasio Tabungan dan Giro (CASA) sebesar 45,06 persen. (h/rel)

Editor: Administrator

Terkini

UMKM Sumbar Didorong Punya Nomor Induk Usaha

Kamis, 21 Oktober 2021 | 10:15 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Licin Nih

Kamis, 21 Oktober 2021 | 09:00 WIB

Banjir Pasokan, Harga Jengkol Anjlok di Padang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Sektor Pertanian Sumbar Berikan Kontribusi PDRB 57%

Kamis, 21 Oktober 2021 | 06:45 WIB

Jokowi Minta Daerah Fokus Produk Unggulan Sendiri

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:28 WIB

Wow! Harga Bitcoin Hampir Sentuh Rp1 Miliar

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:21 WIB

Mendag Evaluasi HET Beras, Bakal Naik atau Turun?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:11 WIB

Islam Dongkrak UMKM Sumbar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:33 WIB
X