Indeks Dolar AS Melemah, Ini Penyebabnya

- Sabtu, 27 November 2021 | 08:30 WIB
Ilustrasi dolar
Ilustrasi dolar

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Investor mencermati berita tentang varian virus corona yang berpotensi resisten terhadap vaksin. Hal ini menjadi penyebab indeks dolar AS melemah pada penutupan perdagangan kemarin.

Indeks dolar turun 0,75% menjadi 96,030, setelah mencapai tertinggi 16 bulan di 96,938. Sementara mata uang Yen Jepang dan franc Swiss menguat terhadap dolar AS.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (27/11/2021), munculnya varian baru covid-19 membuat investor bergegas mencari mata uang aman dan para pedagang juga mengambil untung setelah reli panjang dalam dolar AS.

Keuntungan dalam yen dan franc datang dengan mengorbankan dolar Australia dan krona Norwegia. Munculnya varian covid-19 baru memicu Amerika Serikat membatasi perjalanan dari Afrika Selatan - tempat mutasi baru ditemukan - dan negara-negara tetangga mulai Senin (29/11/2021), kata seorang pejabat senior pemerintahan Biden. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sedang menandai varian, bernama omicron, sebagai "perhatian," label yang hanya diterapkan pada empat varian hingga saat ini.

Butuh waktu berminggu-minggu bagi para ilmuwan untuk sepenuhnya memahami mutasi varian dan potensi bahayanya. Baca Juga: Indeks Dolar AS Stabil di Level Tertinggi dalam 16 Bulan

"Jika kita melihat sesuatu seperti ini di mana kita memiliki mutasi baru pada mutasi protein lonjakan, hampir terasa seperti asumsi kerja awal bagi sebagian besar pelaku pasar adalah bahwa ini adalah fase baru pandemi," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

"Penguncian dan pembatasan baru mungkin akan diberlakukan, dan tentu saja kita akan membutuhkan vaksin baru juga," tambahnya.

Salah satu penerima keuntungan utama adalah yen, yang memantul dari posisi terendah lima tahun yang dicapai minggu ini terhadap greenback, dan melonjak hampir 2,0% ke level tertinggi 113,09 yen per dolar, merupakan hari terbaik sejak Maret 2020.

Euro menguat 0,97% ke level tertinggi 1,1312 dolar AS, meskipun jatuh ke level terendah lebih dari enam tahun terhadap kebangkitan franc Swiss, pada 1,0428 franc per euro.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

Ekspor Agrifood Peru ke Indonesia Naik 30 Persen

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:15 WIB

Porkosmi: Kosmetik Palsu Menjamur di Toko Daring

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:07 WIB

5 Ide Usaha Budidaya Hewan Bikin Tajir Melintir

Senin, 24 Januari 2022 | 17:05 WIB

Bisnis Ekspor Cecak Kering Tembus Pasar China

Senin, 24 Januari 2022 | 12:25 WIB

Duh! Harga Bitcoin Cs Ambruk Gegara Ini

Senin, 24 Januari 2022 | 08:45 WIB
X