Orasi Ilmiah Brian Putra Bastara di LP3I: Selebrasi Keringat Menjelang Indonesia Emas

- Sabtu, 27 November 2021 | 15:58 WIB
Ketua Umum HIPMI Sumbar Brian Putra Bastara ketika menyampaikan orasi ilmiah di Kampus LP3I Padang/Tio Furqan
Ketua Umum HIPMI Sumbar Brian Putra Bastara ketika menyampaikan orasi ilmiah di Kampus LP3I Padang/Tio Furqan

HALUAN PADANG - "Semua akan berjalan baik pada akhirnya, tetap usaha dan tidak perlu khawatir".

Itulah sepenggal kalimat yang sering diucapkan Brian Putra Bastara kala ia berdiri di depan anak-anak muda yang ia percaya mampu mengikuti jejaknya sebagai pengusaha muda.

Hadir pada acara Wisuda ke 2 Politeknik LP3I Kampus Padang sebagai pemateri orasi ilmiah, pria yang menjabat sebagai Ketua Umum DPD HIPMI Sumbar tersebut menyampaikan sejumlah hal yang kelak menjadi bekal bagi wisudawan dan wisudawati dalam menjalani kehidupan selepas mereka meninggalkan kampus.

Dalam kesempatannya, Brian mengajak semua yang hadir untuk memberikan apresiasi kepada para dosen dan tenaga pendidik. Dengan penuh dedikasi para pengajar bisa membekali para mahasiswa dengan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat

Brian sendiri sudah dua kali merasakan momen wisuda, pertama saat ia menyelesaikan sarjana di Curtin University, Australia. Lalu, saat menyelesaikan Studi Pasca Sarjana di Universitas Andalas.

Baginya, wisuda merupakan momen yang penting. Momen dimana wisudawan sudah bisa menempatkan kampus sebagai bagian dari kenangan hidup. Wisuda adalah selebrasi atas keringat, tenaga, dan pemikiran selama bertahun-tahun.

Tapi hidup tak berhenti di sini dan wisuda bukanlah akhir. Ia menyebutnya milestones. Ini seperti sebuah gerbang untuk melangkah ke dunia yang lebih luas. Tentu saja lebih keras. Apa yang kita dapatkan di kampus, adalah penakluk kerasnya hidup ke depan. Ibaratnya pendidikan yang kita jalani, mulai dari taman kanak-kanak hingga lulus kuliah, hanyalah gladi resik semata.

Brian menyebut bahwa wisuda adalah momentum awal menggapai masa depan. Di depan, perjuangan masih panjang, banyak orang yang keliru memahami kelulusan, banyak yang mengagap bahwa setelah lulus maka akan langsung mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Namun terkadang harapan tak sejalan dengan kenyataan. Banyak di luar sana yang harus menerima kepahitan hidup, tidak mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus kuliah. Dari 190 ribuan pengangguran di Sumatera Barat, 20% nya adalah lulusan perguruan tinggi, 11% adalah Sarjana dan 9% adalah Diploma.

Artinya, lapangan pekerjaan itu kian sempit, sementara para lulusan perguruan tinggi secara bergelombang antri untuk mendapatkannya. Puluhan ribu mahasiswa diwisuda setiap tahunnya, sementara lapangan pekerjaan nyaris tidak tumbuh memadai.

Halaman:

Editor: Muhammad Rayhan

Tags

Terkini

Mengenal Berbagai Macam Aktivitas Ekonomi Indonesia

Kamis, 27 Januari 2022 | 11:41 WIB

Waduh! Harga Jagung Diprediksi Anjlok

Kamis, 27 Januari 2022 | 09:55 WIB

7 Ide Bisnis Online yang Bisa Dilakukan Tanpa Modal

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:42 WIB
X