Pedagang Santan di Pasaman Tutup Usaha

Administrator
- Senin, 15 Agustus 2016 | 05:21 WIB

PASAMAN, HALUAN — Se­jumlah penjual santan murni di Pasaman terpaksa menutup usahanya karena pasokan buah kelapa tua di daerah itu berkurang. Informasi yang dihimpun Haluan, pasokan kelapa tua di kabupaten itu berkurang se­jak sepekan sebelum Lebaran. Hal itu disebabkan oleh dibo­rongnya kelapa muda oleh para tauke.

Mereka memburu kelapa muda dari berbagai penjuru Pasaman, khususnya di Panti, Tapus, dan Rao (Pantura). Tauke memasok kelapa muda untuk pedagang kelapa muda di perkotaan, seperti pedagang di pantai dan pinggir jalan karena komoditas itu diminati oleh  masyarakat. Selain itu, tauke juga memasok kelapa muda untuk kebutuhan pabrik minuman di Pekanbaru, Riau, seperti pabrik minuman nata de coco. Oleh karena itu, tauke membeli kelapa muda kepada petani dengan harga yang tinggi. Karena tergiur dengan harga tersebut, petani me­manen buah kelapa lebih awal sebelum buah tersebut layak dipanen. Akibatnya, per­sedia­an kelapa tua berkurang di Pasaman sehingga sejumlah pedagang santan menutup usahanya.

Amir Daulai, penjual san­tan di Pasar Tapus, Pa­dang­gelugur mengungkapkan, ia kehabisan persediaan kelapa sejak beberapa pekan lalu sehingga ia terpaksa menutup usahanya.

“Terpaksa tutup karena stok kelapa tua tidak ada. Jika pun, ada harganya sangat mahal, yakni Rp4 ribu per buah. Saya menutup usaha daripada menaikkan harga santan kepada pembeli.” ujar­nya, Minggu (14/8).

Anton (38), pedagang san­tan di pasar Kauman, Rao Selatan, juga mengeluhkan kurangnya persediaan kelapa di Pasaman. Saat ini, ia hanya memiliki 100 buah kelapa di warungnya. Sebanyak 100 kelapa itu hanya cukup untuk beberapa hari ke depan.

“Biasanya, dalam sebulan stok kelapa saya bisa mencapai seribu buah,” tuturnya.

Sementara itu, Aminah (45), ibu rumah tangga di daerah itu kaget saat memesan santan untuk pesta perni­kahan anaknya karena har­ganya naik, yakni Rp15 ribu per kg. Pedagang kelapa me­nga­takan kepadanya bahwa persediaan kelapa berkurang karena kelapa muda lebih diminati saat ini.

“Satu kelapa muda dibeli Rp10 ribu oleh tauke, sedang­kan harga kelapa tua jauh di bawah itu,” katanya. (h/yud)

Editor: Administrator

Terkini

Jangan Ketipu! Ini Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:07 WIB

BTI XL Dukung Kopdargab All Bikers se Indonesia

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:04 WIB

IHSG Tertekan, Intip Saham Tahan Banting

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:24 WIB

Cobain Kakeibo, Teknik Menabung Ala Orang Jepang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X