Sumbar Terima DIPA Rp29,85 Triliun, Berikut Rinciannya

- Jumat, 3 Desember 2021 | 11:55 WIB
 Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala Kanwil DJPb Sumbar Heru Pudyo Nugroho foto bersama usai penyerahan DIPA 2022, kemarin (2/11)(IST)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kepala Kanwil DJPb Sumbar Heru Pudyo Nugroho foto bersama usai penyerahan DIPA 2022, kemarin (2/11)(IST)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Provinsi Sumbar mendapat alokasi anggaran senilai Rp29,85 triliun pada belanja pemerintah 2022. Jumlah tersebut tertuang dalam Daftar Isian Penggungganaan Anggaran (DIPA) Sumbar, yang diserahkan Presiden Joko Widodo pada Gubernur Mahyeldi, pada 29 November 2021 di Istana Negara.

Selaku wakil pemerintah pusat Gubernur Mahyeldi didampingi Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumbar Heru Pudyo Nugroho, lantas menyerahkan pula secara simbolis kepada 17 Kuasa Pengguna Anggaran satuan kerja yang mewakili unsur Forkopimda, unsur Kantor Pusat Kementerian/Lembaga, unsur Kantor Daerah, dan unsur SKPD Pelaksana Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan, Kamis (2/12/2021) di Auditorium Gubernuran Sumbar.

Baca Juga: DIPA Sumbar Naik Jadi Rp20 T

Total DIPA Sumbar Rp29,85 triliun terdiri dari untuk (K/L) Rp10,32 triliun dan dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp19,53 triliun.

"Kita harap penggunaan anggaran dapat dilaksanakan dengan cepat, sehingga dapat menunjang roda perekonomian Sumbar," pinta Mahyeldi.

Baca Juga: Menkes Terawan Ingatkan Pejabat Tak Korupsi dan Nepotisme DIPA 2021

Disampaikannya postur DIPA Sumbar 2022 nantinya diarahkan untuk melanjutkan dukungan terhadap pemulihan ekonomi dan reformasi struktural dengan tetap responsif, antisipatif dan fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian.

Sejalan dengan tema kebijakan fiskal yaitu Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural, kebijakan dan alokasi anggaran belanja pemerintah pusat dalam APBN 2022 diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pembangunan bidang kesehatan.

Selain itu juga perlindungan sosial, dan pendidikan, serta prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Yakni, bidang infrastruktur, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), ketahanan pangan, dan pariwisata. Juga untuk penanganan covid-19 dan fokus pemulihan ekonomi.

Sementara itu, kebijakan utama APBN 2022 adalah melanjutkan pengendalian Covid-19dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan. Menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.

Kemudian pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah, dan melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero-based budgeting untuk mendorong agar belanja lebih efisien.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Sumbar Targetkan Produksi Padi 1,5 Juta Ton Tahun Ini

Kamis, 20 Januari 2022 | 16:45 WIB

Usaha Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga yang Menjanjikan

Kamis, 20 Januari 2022 | 08:27 WIB

Skema Berubah, Harga Gas 3 Kg Bakal Naik?

Rabu, 19 Januari 2022 | 20:35 WIB

Laris Manis ! 5 Ide Bisnis Makanan Kekinian

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:43 WIB

PT Cimory Mulai Investasi di Sumbar Tahun Ini

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:36 WIB

Berikut Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:15 WIB

Ekonomi Sumbar Diprediksi Tumbuh 5 Persen pada 2022

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:15 WIB

Pasar Murah di Kuranji Padang Diserbu Pembeli

Selasa, 18 Januari 2022 | 18:45 WIB
X