V9, Raja Baru Ponsel Vivo di Sumbar

- Jumat, 13 April 2018 | 15:03 WIB

PADANG, HARIANHALUAN.COM—V9 merupakan produk terbaru Vivo pada kelas premium. Ponsel terbaru lanjutan seri V7 ini diluncurkan secara nasional pada 29 Maret. Di Padang, ponsel tersebut diluncurkan pada 6 April. Sejak diluncurkan di Padang, V9 langsung merajai penjualan produk Vivo di Sumatera Barat. Belum sampai dua minggu diluncurkan, V9 telah terjual 1.200 unit di Sumbar. Pada tahun lalu, ponsel Vivo paling laris di provinsi ini adalah Y53, ponsel kelas medium.

Hal tersebut diungkapkan General Manager Vivo Sumbar, Murphy, saat berbincang dengan Haluan di kantor distributor sekaligus pusat servis Vivo Sumbar, Jalan Samudera Nomor 16 Padang, Kamis (12/4).

Melalui Apriany, asisten sekaligus penerjemahnya, Murphy mengutarakan, V9 adalah ponsel yang memiliki spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau. Di Sumbar, Vivo menjual V9 Rp3.999.000. Padahal, V9 merupakan ponsel dengan layar 6,3 inci berkualitas Full HD+ dengan aspek rasio 19:9. Ponsel itu hadir dengan konsep nirbingkai dengan screen to body ratio 90 persen, yang diklaim paling tinggi pada kelasnya. Selain itu, V9 memiliki dua kameran belakang berkapasitas 13 megapiksel dan 2 megapiksel yang mampu menghasilkan foto bokeh layaknya kamera profesional; dan kamera depan berkapasitas 24 megapiksel.

Menurut Murphy, spesifikasi yang tinggi dan harga bersahabat itu membuat V9 menjadi raja baru penjualan ponsel Vivo bukan hanya di Sumbar, melainkan juga di seluruh Indonesia, bahkan negara-negara lain yang juga menjual Vivo, seperti Thailand dan India. Di Sumbar, V9 terjual 200—300 unit pada tiga hari pertama setelah diluncurkan pada 6 April. Ia membeberkan, hingga saat ini, pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 1.500 unit lebih V9 kepada toko mitra Vivo. Dari jumlah itu, 1.200 unit V9 telah terjual ke tangan konsumen.

Vivo Sumbar, kata Murphy, menargetkan menjual V9 sebanyak 4.000 unit sebulan. Target tersebut berdasarkan pasokan V9 untuk Sumbar. Ia mengklaim bisa menjual V9 di Sumbar lebih banyak daripada target tersebut karena banyaknya permintaan terhadap ponsel itu. Ia mengatakan, berapa pun stok V9 di kantornya selalu habis diborong oleh toko mitra Vivo. Ia mendengar dari para pemilik toko bahwa konsumen pun kesulitan mendapatkan V9 karena di toko pun ponsel tersebut sudah habis terjual. Menurutnya, kelangkaan V9 terjadi di seluruh Indonesia karena banyaknya peminat ponsel itu meskipun pabrik telah berusaha keras meningkatkan jumlah produksi.

Murphy tidak heran dengan larisnya V9 di pasaran Sumbar. Ia menilai hal itu wajar karena pendahulu V9, yakni V7, juga terjual dalam jumlah yang banyak di provinsi ini, yakni 2.000 unit per bulan. Karena V9 telah keluar, pihaknya berencana menurunkan harga V7 sebesar Rp400.000. Saat ini, pihaknya menjual V7 Rp3.599.000. Jadi, nanti V7 dijual Rp3.199.000. Ia memprediksi penjualan V7 akan meningkat karena turun harga tersebut karena biasanya ponsel yang turun harga memiliki banyak peminat. (h/dib)

 

Editor: Administrator

Terkini

Sumbar, Salah Satu Jalur Rempah di Indonesia

Senin, 25 Oktober 2021 | 14:52 WIB

90 Koperasi di Sumbar Ajukan Konversi ke Syariah

Minggu, 24 Oktober 2021 | 09:15 WIB

China Krisis Energi, Indonesia Jadi Kebanjiran Untung

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:10 WIB

Duh! Harga Alphard Nyungsep hingga Rp1,5 Miliar

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Investor Saham Sumbar Kembali Naik, Jadi 43.763 SID

Jumat, 22 Oktober 2021 | 12:35 WIB
X