Dukung Pemulihan Ekonomi, PLN Operasikan 3 Proyek Kelistrikan Rp 324,4 Miliar di Jakarta

- Rabu, 8 Desember 2021 | 16:49 WIB
Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini memenuhi aspek TKDN dan tak lepas dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi
Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini memenuhi aspek TKDN dan tak lepas dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi

Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini memenuhi aspek TKDN dan tak lepas dari sejumlah tantangan yang harus dihadapi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -PT PLN (Persero) meningkatkan keandalan pasokan listrik DKI Jakarta untuk pemulihan ekonomi setelah kasus positif Covid-19 melandai, dengan mengoperasikan  tiga infrastruktur kelistrikan senilai Rp 324,4 miliar.

Tiga infrastruktur tersebut adalah Extension 2 Line Bay Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Grogol, Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV Grogol–Tomang, dan GIS 150 kV Tomang.

General Manager PLN UIP JBB Ratnasari Sjamsuddin menyampaikan, ketiga proyek ini akan menyokong ketersediaan listrik ke pelanggan bisnis dan rumah tangga yang sudah mulai tumbuh kembali, khususnya di sistem kelistrikan Jakarta Barat.

Ketiga proyek di bawah pengawasan Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 4 (UPP JBB 4) tersebut berhasil diberikan tegangan ( energize ) secara berurutan. Diawali dengan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol pada Kamis (02/12) pukul 02.45 WIB, disusul SKTT 150 kV Grogol – Tomang pada Jumat (03/12) pukul 02.09 WIB dan diakhiri dengan energize GIS 150 kV Tomang yang tercatat mulai bertegangan pukul 11.42 WIB.

“Dengan resminya pemberian tegangan terhadap tiga infrastruktur ini, sistem kelistrikan di Ibukota terutama kawasan Jakarta Barat akan semakin andal,” ujar Ratna.

Ratna mengungkapkan, tujuan pembangunan Ext. 2 LB GIS 150 kV Grogol dan GIS 150 kV Tomang adalah untuk pembagian beban (load sharing) dengan GI 150 kV Kebon Jeruk dan GIS 150 kV Grogol. Beban trafo yang sebelumnya tinggi nantinya akan berkurang dan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih baik karena pemadaman listrik pada pelanggan dapat diminimalisir.

“Karena tingginya beban trafo yang ada di GI ini, menyebabkan sulitnya melakukan pemeliharaan, sehingga kondisi instalasi menjadi tidak sehat,” imbuh Ratna.

Pembangunan GIS 150 kV Tomang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi baru untuk optimalisasi pemanfaatan lahan di area yang terbatas. GIS ini merupakan GI Radial yang menjadikan GIS 150 kV Grogol sebagai suplai satu-satunya, dan dihubungkan melalui SKTT 150 kV Grogol - Tomang sepanjang 4,089 kilometer.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Ekspor Agrifood Peru ke Indonesia Naik 30 Persen

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:15 WIB

Porkosmi: Kosmetik Palsu Menjamur di Toko Daring

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:07 WIB

5 Ide Usaha Budidaya Hewan Bikin Tajir Melintir

Senin, 24 Januari 2022 | 17:05 WIB

Bisnis Ekspor Cecak Kering Tembus Pasar China

Senin, 24 Januari 2022 | 12:25 WIB

Duh! Harga Bitcoin Cs Ambruk Gegara Ini

Senin, 24 Januari 2022 | 08:45 WIB
X