Program P2L: Memenuhi Kebutuhan Pangan Mulai dari Perkarangan Rumah

- Kamis, 9 Desember 2021 | 13:15 WIB
program ketahanan pangan (istimewa)
program ketahanan pangan (istimewa)

HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 menimbulkan banyak masalah bagi masyarakat, tidak hanya masalah kesehata, tapi pandemi mendampak banyak sektor salah satunya pertanian dan perdagangan.

Selama pandemi, kelancaran distribusi pangan menjadi sangat terbatas. Tidak hanya keterbatasan dalam akses fisik, pandemi juga membatasi ruang gerak masyarakat secara ekonomi untuk mengakses kebutuhan pangan.

Kondisi ddemikian dapat menganggu ketahanan pangan individu, parahnya gangguan ini kemudian juga berdampak pada ketahanan pangan keluarga bahkan nasional.

Demi mengatasi hal demikian, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian pun menggalakkan program Pekarang Pangan Lestari (P2L).

Program ini dibentuk untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan dengan menanam aneka tanaman sayur kebutuhan sehari-hari.

Progra ini memungkinkan keluarga masyarakat bisa mendapatkan akses ketersediaan dan pemanfaatan pangan sebagai kebutuhan pokok. Pasalnya, program P2L ini bisa menghasilkan ragam pangan yang bergizi seimbang dan aman dari cemaran limbah.

Hebatnya lagi, program ini sekaligus bisa mendongkrak pendapatan keluarga di masa pandemi Covid-19 ini.

Demi mencapai tujuan tersebut, program P2L dilakukan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat, yaitu kegiatan budidaya berbagai jenis tanaman dengan memanfaatkan pekarangan di sekitar rumah, atau lahan kosong yang tidak produktif.

Taman Ketahanan Pangan binaan Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta sendiri diinisiasi dengan mengedukasi para ibu-ibu agar memanfaatkan lahan pekarang rumah yang terbatas menjadi berdaya guna.

Salah satu pemberdayaan berada di kelurahan Kelapa Dua Wetan, kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Di lokasi tersebut ibu-ibu diajarkan proses budidaya ikan Lele dalam kolam bioflok yang juga ditumpangi oleh hidroponik sayuran.

Ketua DPP PPP Bidang Tani Nelayan dan Maritim, Rina Fitri menilai pola edukasi demikian benar-benar bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh para ibu rumah tangga.

"Bagaimana tidak, kita tinggal petik sayur-sayuran dari pekarangan dan mengambil ikan dari kolam bioflok di halaman rumah. Langsung dan terjamin tidak tercemar limbah. Hasilnya pun dapat dijual ke tetangga dengan harga yang relatif lebih murah daripada di warung," jelas dia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Harian Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta, Rice Basko. Ia menyebutkan, lewat program tersebut Taman Ketahanan Pangan yang dibina oleh organisasinya dapat menghasilkan produksi ikan lele yang sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

"Ibu-Ibu sangat senang dengan keberadaan Taman Ketahanan Pangan Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta ini dan beberapa sudah mulai membuat di rumah masing-masing, seperti harapan kami pada awal dalam membuat Taman ini," Ujar Rice Basko.

Tidak hanya sampai disana, Bendahara Perempuan Tani HKTI DKI Jakarta, Syaikha Aulia menjelaskan bahwa kedepan pihaknya akan meningkatkan jangkauan program edukasi tersebut agar manfaat yang diperoleh masyarakat lebih luas.

"Kita akan membuat taman-taman serupa di seluruh wilayah DKI Jakarta supaya jangkauan untuk mengedukasi para ibu-ibu semakin luas, sehingga keberadaan kami dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jakarta," tutup dia.

Editor: Muhammad Rayhan

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

Porkosmi: Kosmetik Palsu Menjamur di Toko Daring

Selasa, 25 Januari 2022 | 05:07 WIB

5 Ide Usaha Budidaya Hewan Bikin Tajir Melintir

Senin, 24 Januari 2022 | 17:05 WIB

Bisnis Ekspor Cecak Kering Tembus Pasar China

Senin, 24 Januari 2022 | 12:25 WIB

Duh! Harga Bitcoin Cs Ambruk Gegara Ini

Senin, 24 Januari 2022 | 08:45 WIB

Peloton Membantah Laporan Penghentian Produksi Sepeda

Jumat, 21 Januari 2022 | 20:09 WIB
X