Kenapa Raksasa Migas Asing Lepas Kontrak di Indonesia?

- Senin, 13 Desember 2021 | 14:52 WIB
Ilustrasi kilang minyak blok migas yang ditawarkan (pexels/Jan-Rune Smenes Reite)
Ilustrasi kilang minyak blok migas yang ditawarkan (pexels/Jan-Rune Smenes Reite)


HARIANHALUAN.COM - Sejumlah perusahaan minyak dan gas (migas) asing memutuskan tidak memperpanjang kontrak di Indonesia. Terbaru, ConocoPhilips melepas asetnya di Blok Corridor dan pindah ke Australia.

Dengan bertambahnya jumlah perusahaan migas asing yang pergi dari Indonesia, apakah target produksi minyak 1 juta barel per hari bisa tercapai?

"Tentu saja ini berdampak dan tentu sangat mungkin target 1 juta barel per hari sulit tercapai," ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan kepada MNC Portal Indonesia, Senin (13/12/2021).

Mamit melanjutkan, target produksi minyak 1 juta BOPD dan 12 BSCFD membutuhkan investasi USD 25 miliar per tahunnya. Jika perusahaan asing "kabur", tentu pencapaian target ini bisa molor.

Menurutnya, pemerintah harus segera membenahi iklim investasi migas Indonesia ke depannya agar perusahaan asing kembali menanamkan modalnya.

Misalnya, dengan memberikan kepastian hukum berupa penyelesaian revisi UU Migas Nomor 22 tahun 2001. "Padahal, ini merupakan salah satu kunci dalam menarik investor," katanya.

Selain itu, perijinan investasi juga harus disederhanakan. Pemerintah diharapkan bisa memberi kebijakan fiskal yang atraktif dan menarik. (*)

Editor: Jefli Bridge

Sumber: IDX Channel

Tags

Terkini

Intip 10 Saham yang Punya Dividen Besar

Selasa, 5 Juli 2022 | 22:36 WIB

Simak Penjelasan Mengenai Saham Preferen

Selasa, 5 Juli 2022 | 21:53 WIB

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB
X