Gandeng Ditjen Hortikultura Kementan, PLN Hadirkan Listrik Andal untuk Electrifying Agriculture

- Kamis, 23 Desember 2021 | 11:40 WIB
Komitmen PT PLN (Persero) untuk mengambil peran dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang modern diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin (20/12/2021).
Komitmen PT PLN (Persero) untuk mengambil peran dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang modern diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin (20/12/2021).

BOGOR, HARIANHALUAN.COM - Komitmen PT PLN (Persero) untuk mengambil peran dalam mewujudkan pertanian Indonesia yang modern diperkuat dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin (20/12/2021).
 
Melalui kerja sama ini, PLN akan membantu para pelaku usaha di sektor pertanian hortikultura untuk mendapatkan akses listrik untuk meningkatkan produktivitas. Salah satunya dengan memastikan ketersediaan listrik yang andal dan terjaga selama 24 jam penuh melalui program Electrifying Agriculture.

Baca Juga: Sambung Listrik ke Negeri di Atas Awan, PLN Dukung Peningkatan Kesejahteraan 525 Keluarga
 
Dalam sambutannya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan, sejatinya Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Dengan didukung teknologi, tentunya hasil pertanian akan bertambah kualitasnya dan dapat menyejahterakan para petani.
 
"Tentunya hal ini harus didukung dengan hal yang paling penting, yaitu kerja sama dengan seluruh stakeholders. Termasuk dengan PLN pada kesempatan kali ini. Terima kasih PLN," katanya.

Baca Juga: Bakti Sosial PLN UP3 Rengat-YBM PLN, Anak-anak Dhuafa Dikhitan Gratis
 
Menyambut kerja sama ini, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, perkembangan teknologi memberikan harapan dan dukungan terhadap sektor pertanian untuk menghadapi berbagai tantangan. Dengan memanfaatkan teknologi, tanah subur yang terbentang luas dari barat hingga timur negeri ini menjadi aset yang luar biasa berharga untuk pengembangan pertanian.
 
"Penetrasi teknologi juga mampu mengubah wajah pertanian Indonesia dari yang sebelumnya sangat tradisional menjadi lebih modern. Bidang agraris yang sebelumnya lebih sering digarap oleh penduduk pedesaan pun menjadi lebih menarik untuk kalangan muda dan generasi milenial," ujarnya.
 
Melalui program Electrifying Agriculture, PLN melihat lebih banyak petani bisa tersenyum karena kerja kerasnya membangun sektor pertanian mendapatkan hasil maksimal. Darmawan meyakini jika keberadaan listrik bukan hanya sekedar penerang, tetapi juga akan menciptakan beragam cerita sukses dalam setiap kehidupan.
 
"Program ini merupakan komitmen PLN mengimplementasikan nilai-nilai BUMN, yaitu AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Sekali lagi, PLN siap mendukung kebutuhan ketenagalistrikan on farm, off farm, dan pascapanen program Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Hortikultura dalam hal Pengembangan Kampung Hortikultura, Penumbuhan UMKM Hortikultura dan Digitalisasi Pertanian," imbuh Darmawan.
 
Banyak kesan positif yang disampaikan para petani setelah mengikuti program Electrifying Agriculture, khususnya pada sektor Hortikultura. Mesin pendingin atau cold storage, misalnya, dibutuhkan pascapanen untuk menjamin kesegaran produk.
 
"Dengan begitu, produk pertanian lebih mampu bersaing. Petani menyatakan bisa menghemat biaya operasional. Pekerjaan mereka pun menjadi lebih mudah dan produktif. Hasilnya juga lebih banyak dan maksimal," ucapnya dengan bangga.
 
Di sisi lain, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyambut baik kerja sama dengan PLN. Dirinya menyadari jika pada dasarnya kegiatan hortikultura itu tidak lepas dari listrik. Banyak sekali kegiatan maupun aktivitas hortikultura, baik on-farm maupun off-farm membutuhkan tenaga listrik.
 
"Dan itu bukan hanya di kota-kota saja, tetapi juga di desa-desa, bahkan sampai ke pelosok. Oleh karena itu, saya percaya jika hortikultura yang modern, semakin baik dan menjangkau daerah sampai ke pelosok bisa meningkatkan ekonomi para petaninya," paparnya.
 
Melihat kesuksesan program Electrifying Agriculture di Enrekang, Sulawesi Selatan, dirinya optimistis sektor hortikultura Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Selain berhasil menekan 60-70 persen ongkos petani bawang, lampu-lampu yang dipasang di lahan pertanian mengurangi penggunaan pestisida secara signifikan sehingga meningkatkan kualitas bawang yang dipanen.
 
Keuntungan lain, sentra pertanian bawang di Enrekang bahkan saat ini menjadi kawasan agrowisata. Lampu light trap yang terang dengan beragam warna menarik masyarakat untuk datang menawarkan wisata malam yang sangat eksotis dan indah.
 
"Tentunya saya harapkan kerja sama ini terus berlanjut sampai ke pelosok, daerah terpencil. Mudah-mudahan dengan kerja sama ini bisa memberikan yang terbaik bagi petani pada umumnya dan petani hortikultura pada khususnya," ucap Prihasto.
 
Perjanjian ditandatangani oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dan Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto, dengan disaksikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam acara Pertemuan Koordinasi Pengembangan Hortikultura Tahun Anggaran 2022 di Bogor. Hadir juga dalam kegiatan ini Sekertaris Jenderal Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono. (*)

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Tips Memilih Broker Asuransi Terbaik Agar Tak Kecewa

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:58 WIB

Jangan Ketipu! Ini Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:07 WIB

BTI XL Dukung Kopdargab All Bikers se Indonesia

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:04 WIB

IHSG Tertekan, Intip Saham Tahan Banting

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:24 WIB

Cobain Kakeibo, Teknik Menabung Ala Orang Jepang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X