OJK Terbitkan Peraturan Konsolidasi Bank Umum

- Sabtu, 28 Maret 2020 | 20:31 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan peraturan tentang konsolidasi bank umum. Peraturan OJK (POJK) nomor 12/POJK.03/2020 ini sebagai upaya mendorong terciptanya struktur perbankan yang kuat, memperbesar skala usaha serta peningkatan daya saing.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Heru Kristiyana menyebutkan, konsolidasi perbankan merupakan keniscayaan. Menghadapi perubahan ecosystem perbankan Indonesia yang saat ini telah bergerak cepat dan dinamis yang didukung kemajuan teknologi yang terus berkembang.

“Untuk menghadapi perubahan ecosystem dan tuntutan inovasi yang masif tersebut, konsolidasi sektor perbankan telah menjadi keniscayaan,” kata Heru dalam keterangan tertulis yang diterima Harianhaluan.com, Sabtu (28/3/2020).

Dia menerangkan, POJK tersebut telah diberlakukan sejak tanggal 17 Maret 2020. Perubahan ecosystem tersebut mengharuskan sektor perbankan untuk lebih adaptif, inovatif dan berdaya saing.

Besarnya biaya investasi penerapan teknologi pendukung ini memerlukan tuntutan penguatan modal dan peningkatan skala usaha yang berkelanjutan. Oleh karena itu, tuntutan tambahan modal, peningkatan skala usaha dan dukungan infrastruktur teknologi semakin mengemuka.

Dia menambahkan, POJK Konsolidasi ini merupakankebijakan strategis OJK yang telah ditetapkan sejak awal tahun 2020. Sangat relevan dengan dinamika perekonomian yang saat ini mengalami tekanan akibat downside risk dari penyebaran Covid-19 yang dihadapi seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Penerbitan POJK Konsolidasi dapat menjadi momentum dan landasan bagi industri perbankan untuk meningkatkan skala usaha serta peningkatan daya saing melalui peleburan, penggabungan dan pengambilalihan,” terangnya.

Dia memaparkan, POJK ini secara umum terdiri dari dua pokok pengaturan utama. Yakni mengenai kebijakan konsolidasi bank, serta pengaturan mengenai peningkatan modal inti minimum bagi bank umum dan peningkatan Capital Equivalency Maintained Assets (CEMA) minimum bagi kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri (KCBLN), yakni masing-masing paling sedikit menjadi sebesar Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2022.

Kebijakan konsolidasi bank juga mengatur bahwa Pemegang Saham Pengendali (PSP) bank dapat memiliki satu bank atau beberapa bank dengan memenuhi skema konsolidasi. Skema konsolidasi tersebut tidak hanya diarahkan melalui skema penggabungan, peleburan, atau integrasi antarbank. Namun juga diperluas melalui skema pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB).

Heru menegaskan konsolidasi tidak dimaksudkan untuk mengeliminasi atau meminggirkan bank-bank kecil. Sebaliknya, melalui konsolidasi ini bank-bank kecil memiliki ruang untuk memperkuat diri melalui skema peleburan, penggabungan ataupun menginduk pada kelompok usaha bank (KUB) yang lebih besar.

“Dengan demikian akan tercipta struktur bank yang lebih besar, memiliki daya tahan, lebih kontributif, inovatif dan berdaya saing melalui peningkatan skala usaha dan permodalan,” sebutnya.

Kebijakan konsolidasi bank ini juga memberikan insentif pada pihak-pihak yang telah melaksanakan skema konsolidasi dan memenuhi modal inti minimum melalui pengecualian dari ketentuan single present policy (SPP) dan ketentuan batas maksimum kepemilikan saham serta ketentuan terkait lainnya.

OJK meyakini, kebijakan konsolidasi serta peningkatan modal inti minimum dan CEMA minimum dapat memberikan manfaat kepada industri perbankan. Mengurangi biaya persaingan, membuat bank menjadi lebih efisien dan kontributif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. (*)

Editor: Administrator

Terkini

Perlu Tahu! 3 Mobil yang Kurang Laku di Indonesia

Minggu, 26 September 2021 | 08:35 WIB

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB
X