8 Bank Terancam 'Tenggelam' akibat Corona

- Kamis, 9 April 2020 | 22:01 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan adanya delapan bank yang berpotensi gagal bayar jika kondisi perekonomian RI terus memburuk hingga skenario paling berat akibat penyebaran pandemi COVID-19.

Akan tetapi, potensi delapan bank gagal tersebut dinilai hanya hasil stress test dan tidak berarti akan terjadi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan stress testing memang suatu hal yang perlu dilakukan untuk menilai berapa besar potensi hal terburuk dapat terjadi.

Namun, stress test tersebut bukan sebuah perkiraan yang akan terjadi, tetapi acuan untuk membuat contingency plan yang lebih baik dalam menghadapi krisis.

“Itu adalah stress testing. Jadi menganalisis sejauh mana ketahanan bank dalam menghadapi kondisi terburuk. Jadi bukan perkiraan itu akan terjadi,” katanya, dikutip dari Bisnis.com, Kamis (9/4/2020).

Dia menyebutkan bank-bank yang memiliki permasalahan dan berpotensi menjadi bank gagal dalam skenario terburuk, haruslah diperlakukan secara khusus dan ditingkatkan daya tahannya.

“Di sini fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi sangat penting sebagai lembaga pengaturan Dan pengawasan perbankan. Di sisi lain Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KKSK) juga harus meningkatkan koordinasi kebijakan mencegah terjadinya skenario terburuk,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif LPS Lana Soelistianingsih mengatakan jika kondisi ekonomi semakin memburuk hingga mengalami skenario paling buruk seperti pertumbuhan ekonomi mencapai minus 0,2 persen, diikuti dengan penarikan uang sekitar 0,2 persen dari jumlah dana pihak ketiga (DPK) per hari, maka setidaknya 8 bank berpotensi gagal.

“Kalau skenario berat itu terjadi, maka ada potensi sekitar 8 bank dengan kriteria gagal,” katanya, dalam rapat kerja virtual antara LPS dan Komisi XI DPR, Kamis (9/4/2020).

Akan tetapi, menurut Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah, hingga saat ini industri perbankan dan jasa keuangan lainnya masih terbilang dalam kondisi terkendali dan tidak ada bank yang menunjukkan tanda-tanda menjadi bank gagal. Meski pun begitu, berdasarkan sejumlah indikator yang dipantau LPS, kondisinya menunjukkan level normal waspada. (*)

Editor: Administrator

Terkini

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB

Cara Mendaftarkan Akun Jualan di TikTok Shop

Senin, 20 September 2021 | 20:29 WIB

Upik Isil Buka Warung Bakso Tak Tun Tuang di Padang

Minggu, 19 September 2021 | 06:37 WIB

Pacu Produksi, 161 Sumur Baru Bakal Dibor PT PHR

Minggu, 19 September 2021 | 00:10 WIB

Terjun Bebas! Harga Emas Antam Turun Rp14.000/Gram

Sabtu, 18 September 2021 | 08:55 WIB
X