Kok Masih Ada Saja Pekerja China Masuk RI di Tengah Corona?

- Selasa, 14 April 2020 | 23:50 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bicara soal pekerja China di Indonesia. Pasalnya, selama ini orang selalu memandang pekerja China negatif.

Padahal, pekerja-pekerja itu juga menurut Luhut tidak diselundupkan memasuki Indonesia. Menurutnya semua pekerja China juga memenuhi semua aturan untuk masuk ke Indonesia.

Begitu juga kabar soal 49 tenaga kerja asal China yang pernah heboh di Kendari, dia kembali meluruskan puluhan orang ini juga memiliki visa sebelum masuk ke Indonesia.

"Soal pekerja China, orang datang itu tidak nyelundup saja, kita pasti tau kan ada visa. Yang kemarin itu kan tidak ada yang salah juga, sudah diminta Kemenkumham," ungkap Luhut dalam video conference bersama wartawan, Selasa (14/4/2020).

Dia juga menegaskan bahwa tak ada campur tangannya dalam masuknya 49 pekerja China di Kendari. 'Katanya saya ikut campur, tidak ada kok," tegas Luhut.

Dia pun mengatakan bahwa banyak tenaga kerja di China berada di Morowali, faktanya menurut Luhut tenaga kerja China di sana terlampau sedikit. Dari 40 ribu tenaga kerja, hanya 3 ribu yang dari China.

"Jadi gini, ini pembodohan, tunjukan aja dimana? Katanya di Morowali ada pekerja China, saya kirim ke sana, lihat, jumlahnya hanya 3 ribu dari 40 ribu," kata Luhut.

Kemudian dia membandingkan, puluhan dan bahkan ratusan ribu orang Indonesia juga bekerja di luar negeri. Namun, kehadiran mereka tak pernah dipermasalahkan di negeri tepatnya bekerja.

"Kita ini lupa loh, TKI kita yang pulang dari Malaysia 505 ribu orang, kenapa Malaysia tidak ribut? Terus ABK 16 ribu dari Taiwan juga, karena tidak ada kerjaan, mau lebaran juga mereka pulang," jelas Luhut.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Perlu Tahu! 3 Mobil yang Kurang Laku di Indonesia

Minggu, 26 September 2021 | 08:35 WIB

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

Permintaan Meningkat, Harga Minyak Dunia Naik Pagi Ini

Jumat, 24 September 2021 | 08:15 WIB

Bank Nagari Luncurkan Kredit MaRandang di Payakumbuh

Kamis, 23 September 2021 | 18:50 WIB

DPR Restui Suntikan PMN Rp 5,48 T buat BNI & BTN di 2022

Kamis, 23 September 2021 | 00:14 WIB
X