Atasi Masalah Lingkungan dan Keuangan dengan Ekonomi Hijau

- Rabu, 5 Januari 2022 | 21:55 WIB

Ekonomi hijau adalah suatu gagasan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan  dan kesetaraan sosial  masyarakat, sekaligus mengurangi risiko kerusakan lingkungan secara signifikan. Kegiatan yang berlandaskan ekonomi hijau dapat mengurangi emisi karbondioksida, menghemat sumber daya alam, dan berkeadilan sosial. Pola hidup masyarakat modern membuat gagasan ekonomi dan pembangunan sangat eksploitatif terhadap sumber daya alam dan mengancam kehidupan.

Gagasan ekonomi lainnya yang memang berhasil dibidang perbaikan ekonomi namun masih mengandalkan praktik pengurasan dan penghancuran sumber daya alam. Contohnya, meningkatnya emisi gas rumah kaca, berkurangnya area hijau dan habitat makhluk hidup, serta hal-hal tersebut memusnahkan spesies flora dan fauna yang langka. Maka dari itu, ekonomi hijau sangat memperhatikan keberlanjutan lingkungan, penurunan tingakat kemiskinan, dan keterlibatan sosial yang didorong oleh pengembangan dan pemanfaatan sumber daya global yang berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia telah bekerja secara progresif dalam rangka mewujudkan ekonomi hijau dengan perencanaan yang matang. Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon (PRK) dicetuskan pada UNFCC COP 23. Inisiatif PRK bertujuan secara langsung memasukkan pertimbangan-pertimbangan lingkungan, seperti target pengurangan gas rumah kaca dan daya dukung ke dalam kerangka perencanaan pembangunan.

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Miliki Potensi Besar pada Ekonomi Hijau dan Digital

Inisiatif PRK memiliki beberapa fase dan Indonesia telah menerapkan fase 1 insiatif PRK ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Saat ini inisiatif PRK Indonesia telah memasuki fase 2, yaitu fase implementasi.

Dalam rangka implementasi PRK, Kementerian PPN/BAPPENAS didukung oleh UN Partnership for Action on Green Economy (UN-PAGE) Indonesia melalui United Nations Institute for Research and Training (UNITAR) telah  melaksanakan studi Green Economy Learning Assessment (GELA) Indonesia.

Studi ini bertujuan untuk mengembangkan program pelatihan tentang ekonomi hijau, khususnya dalam kerangka implementasi Pembangunan Rendah Karbon (PRK) yang komprehensif.  Nantinya PRK ini dapat diimplementasikan secara nasional baik itu oleh aparatur negara dan perencana pembangunan atau pengambil keputusan di berbagai tempat di kementerian atau institusi terkait, pemerintah daerah, serta pengelola kedudukan penting lainnya.

Selain itu terdapat beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam melaksanakan ekonomi hijau di Indonesia, antara lain :

  • Membangun Komunitas yang Berkelanjutan

Komunitas ini berguna untuk mengontrol anggotanya mengurangi kegiatan yang berdampak terhadap lingkungan. Misalnya, beralih ke pertanian dengan system permakultur, melakukan reboisasi, menanam hutan bakau di lepas tepi pantai, dan mengandalkan sumber energi matahari.

  • Menggunakan Tenaga Angin

Jerman dan Amerika Serikat telah menggunakan tenaga angin sebagai salah satu energi utama. Angin seperti yang sudah kita ketahui merupakan sumber energi terbarukan. Penggunaan tenaga angin ini meningkat di tahun 2006 dan 2007 sebesar 27%

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Pilihan Saham Properti yang Menarik

Jumat, 20 Mei 2022 | 20:40 WIB

Sah! BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:21 WIB

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:48 WIB

Simak 4 Keuntungan Transaksi dengan Allo Bank

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:14 WIB
X