Mohon Bersabar! Rupiah Bakal Melemah 5 Hari Beruntun

- Jumat, 7 Januari 2022 | 11:55 WIB
Barang Bukti Miliaran Rupiah Diamankan KPK. (Pixabay.com)
Barang Bukti Miliaran Rupiah Diamankan KPK. (Pixabay.com)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Rupiah masih belum mampu menguat melawan dolar Amerika Serikat (AS) di pekan ini. Dalam 4 hari perdagangan rupiah selalu melemah, termasuk 0,24% kemarin ke Rp 14.390/US$. Total dalam 4 hari rupiah melemah nyaris 1%.

Seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (7/1), tekanan masih besar dan rupiah berisiko kembali melemah pada perdagangan Jumat (7/1). Dengan demikian rupiah akan melemah 5 hari beruntun, sepanjang pekan pertama 2022 Mata Uang Garuda terancam tak pernah menguat.

Baca Juga: Aset Kripto Mulai Digemari, Said Abdullah: Ini Merongrong Kewibawaan Rupiah

Rilis notula rapat kebijakan moneter The Fed edisi Desember menunjukkan normalisasi kebijakan moneter bisa dilakukan lebih agresif menjadi kejutan di pasar finansial, dan membuat rupiah tertekan.

Tidak hanya menaikkan suku bunga, beberapa pejabat The Fed melihat nilai neraca (balance sheet) bisa segera dikurangi.

Baca Juga: Raup Ratusan Juta Rupiah, TKI Ini Sukses Sebagai Penjahit di Arab

Rilis tersebut memicu kenaikan yield obligasi (Treasury) AS. Dalam 4 hari perdagangan, yield Treasury sudah naik lebih dari 21 basis poin ke 1,7281% yang merupakan level tertinggi sejak April 2021.

Kenaikan yield tersebut berisiko memicu capital outflow dari pasar obligasi Indonesia yang bisa menekan rupiah.

Secara teknikal, tekanan bagi rupiah kini semakin besar setelah bergerak di atas rerata pergerakan 200 hari (Moving Average 200/ MA 200). Artinya rupiah yang disimbolkan USD/IDR saat ini berada di atas 3 MA.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X