Covid-19 Belum Bermutasi di Indonesia, Ahli Virologi: Bahaya Jika Sampai Terjadi

Administrator
- Jumat, 19 Juni 2020 | 06:38 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ahli Virologi dari Universitas Udayana Bali Ngurah Mahardika menjelaskan, hingga saat ini virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) yang sedang mewabah di Indonesia belum bermutasi. Hingga saat ini, ia menyebutkan ada dua jenis virus corona di Indonesia yang telah teridentifikasi. 

"Data yang ada sekarang masih terbatas, tetapi tanda mutasi virus di Indonesia belum tampak," ujarnya saat konferensi virtual di akun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema Identitas Virus Covid-19 Asal Indonesia, Kamis (18/6).

Ia menerangkan mutasi virus terjadi ketika ia berada dalam tubuh manusia. Ia menegaskan virus ini tidak akan pernah bermutasi di luar tubuh manusia.

Setelah memasuki tubuh manusia, virus dapat melakukan perubahan genom atau mutasi sel genetik virus. Dia melanjutkan mutasi ini bisa membuat virus memiliki dua dampak, yakni makin ringan atau makin berat. 

Jika virus bermutasi, ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan Indonesia menjadi kesulitan mengendalikannya. Karena itu, ia berharap virus ini jangan sampai bermutasi di Tanah Air.

Ia menambahkan penularan dan infeksi harus dicegah supaya tidak masuk tubuh. "Usahakan virus ini tidak memiliki peluang untuk berkembang biak. Setiap orang punya tugas untuk membuat virus ini tidak bermutasi dengan menerapkan perilaku aman Covid-19," katanya.

Artinya, dia menambahkan, masyarakat yang belum tertular virus ini jangan sampai terinfeksi dari orang lain. Kalau seseorang terlanjur tertular virus ini, ia meminta penderita diminta jangan menjadi sumber penularan bagi orang lain. 

Ia menegaskan, perbuatan ini menjadi perkara yang baik dilakukan.  "Dengan menerapkan protokol aman Covid-19, virus ini diharapkan tidak bermutasi," ujarnya.

Di sisi lain, ia juga meminta pemerintah dan peneliti Indonesia perlu mengkaji apakah virus di Indonesia bermutasi menjadi semakin ganas atau tidak. Ia meminta perlu disediakan fasilitas riset dan produksi vaksin kelas dunia untuk masyarakat. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Siang Ini Rupiah Melemah ke Rp14.447 per USD

Senin, 6 Desember 2021 | 12:40 WIB

Boyband BTS Raup Rp483 Miliar dari Konser di Amerika

Senin, 6 Desember 2021 | 06:00 WIB

Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Nataru

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:02 WIB
X