Ada Program OSS Kementerian BKPM, Brian Putra Bastara : Angin Segar Buat Pengusaha dan Calon Pengusaha Se-Indo

- Kamis, 13 Januari 2022 | 20:48 WIB
Ketua Umum Hipmi Sumbar, Brian Putra Baskara (tengah) berfoto bersama dengan Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional Pradana Indraputra (kanan). (ist)
Ketua Umum Hipmi Sumbar, Brian Putra Baskara (tengah) berfoto bersama dengan Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional Pradana Indraputra (kanan). (ist)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Program Online Single Submission (OSS) yang tengah digalakkan oleh Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang bertujuan untuk pemerataan ekonomi disambut Positif oleh Ketua Umum (Ketum) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumatera Barat.

Bagi Brian, Program OSS menjadi angin segar bagi pengusaha maupun calon pengusaha di seluruh Indonesia. Selain membantu pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menangah (UMKM), bisa OSS juga mampu memacu perekonomian Indonesia.

Sejauh ini, UMKM memang menjadi lokomotif penting pergerakan ekonomi Indonesia.
Keberpihakan pada UMKM itu disampaikan M Pradana Indraputra, Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional.

Pradana memastikan, Kementerian Investasi saat ini tidak hanya fokus mengurus perusahaan besar, investasi besar, tapi juga berfokus pada pengembangan UMKM dan pengusaha lokal. Inilah yang dianggap menjadi angin segar.


“Pernyataan ini sangat penting di tengah kegamangan pelaku UMKM dan pengusaha lokal dalam mengelola usahanya karena pendemi. Stafsus Menteri Investasi, Pradana seperti meyakinkan kalau negara akan selalu hadir di samping UMKM dan pengusaha lokal. Sebagai Ketum HIMPI Sumbar, saya merasa plong. UMKM tidak berjalan sendiri, ada HIMPI, Kementerian Investasi dan pihak lain yang merangkul,” terang Brian, Kamis (13/1/2022) sore.


Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM) Maret 2021, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun.

UMKM mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun sampai 60,42 persen dari total investasi di Indonesia. Data itu menyiratkan betapa pentingnya posisi UMKM dalam perekonomian Indonesia.


Disebutkn Brian, UMKM memiliki peran penting sebagai penyumbang produk domestik bruto (PDB) nasional, sekaligus ujung tombak pemulihan ekonomi. Namun, kondisi UMKM saat ini sedang tergerus.

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, sekitar 69,02 persen UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi Covid-19. Sementara, menurut Laporan Pengaduan ke KemenkopUKM per Oktober 2020, sebanyak 39,22 persen UMKM mengalami kendala sulitnya permodalan selama pandemi Covid-19. Inilah yang harus dicarikan solusi.

Halaman:

Editor: Muhammad Rayhan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Pelawak Terkaya di Indonesia

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:47 WIB

5 Pilihan Saham Properti yang Menarik

Jumat, 20 Mei 2022 | 20:40 WIB

Sah! BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:21 WIB

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:48 WIB
X