Adik Nazaruddin Sebut Ada yang Curi Batu Bara untuk Dijual ke Luar Negeri, Siapa?

- Jumat, 14 Januari 2022 | 12:30 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil (dpr.go.id)
Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil (dpr.go.id)

Dalam kesempatan yang sama, Nasir meminta Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk tidak menyembunyikan data perusahaan-perusahaan tambang batu bara yang tidak memenuhi kewajiban produksi batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO).

"Pak Menteri kita minta jangan melakukan kebohongan publik, buka faktanya seusai data yang ada. Sebenarnya yang enggak mengisi DMO ini perusahaan raksasa semua. Saya pegang datanya," kata dia.

Dia mengungkapkan, perusahaan-perusahaan tambang yang tidak taat kewajiban DMO tersebut merupakan perusahaan dengan produksi batu bara di atas 5 juta ton per bulannya.

"Karena lebih penting ekspor daripada ini, hanya sedikit yang dia bayar," katanya.

Nasir juga menyebut, perusahaan tambang besar yang tidak memenuhi kewajiban DMO tersebut memiliki back up keuangan di luar negeri. Dia pun menyayangkan keran ekspor batu bara kembali dibuka tanpa diskusi dengan Komisi VII DPR.

"Ini perusahaan raksasa orang luar negeri semua backup-nya, makanya (ekspor) disetop Pak Jokowi, ini sudah benar, pada teriak semua. Tiba-tiba dibuka lagi tanpa kompromi sama Komisi VII, saya tidak tahu ada apa dengan Pak Menteri," tegas Nasir. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Kumparan.com

Tags

Terkini

Hari Ini 13 Mei 2022, IHSG Melorot ke 6.597

Jumat, 13 Mei 2022 | 22:08 WIB
X