PLN dan Ditjen Minerba Lakukan Enforcement Efektivitas Pasokan Batu Bara

- Jumat, 14 Januari 2022 | 11:49 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - PT PLN (Persero) bersama dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM memastikan efektivitas (enforcement) dalam penyediaan dan pengiriman batu bara, khususnya untuk kebutuhan kelistrikan nasional guna menjaga ketahanan energi primer nasional.

Langkah ini menjadi salah satu solusi dalam pengamanan pasokan (security of supply) batu bara untuk kelistrikan nasional. Dalam melakukan efektivitas ini, data realisasi volume dan setiap tahapan pengiriman pasokan batu bara ke pembangkit listrik, mulai dari lokasi tambang, loading, hingga penerimaan di setiap pembangkit secara spesifik serta real time akan terpantau dan terintegrasi dalam sistem digital yang ada di Ditjen Minerba yang akan mengirimkan notifikasi Early Warning System secara otomatis kepada pemasok serta menjadi suatu tools langkah korektif yang segera dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: Luhut Meradang, Minta Bubarkan PLN Batu Bara

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, strategi ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengiriman dalam rantai pasok batu bara sesuai pemenuhan kewajiban DMO setiap mitra pemasok yang terpantau per harinya.

“Dengan adanya pemantauan berbasis pada realisasi pasokan dari para mitra pengusaha tambang ini diharapkan dapat membantu mengamankan pasokan batu bara ke PLN,” tutur Darmawan.

Baca Juga: Mengenal Nurlaili, Open Spiker Belia Andalan Jakarta Elektrik PLN

PLN juga mengapresiasi pemerintah yang menetapkan kebijakan korektif apabila terjadi kendala pasokan batu bara ke pembangkit. Dengan langkah ini, Darmawan optimistis keandalan pasokan batu bara bagi PLN bakal lebih terjamin.

Darmawan berharap, dengan kolaborasi ini maka langkah korektif juga dapat dilakukan secara terfokus dan langsung menyelesaikan masalah pada titik krusial, yaitu ketersediaan pasokan dan moda transportasi di loading port.

"Kami melakukan berbagai langkah extra ordinary. Dengan dukungan dari Pemerintah juga, masalah pasokan telah terselesaikan dan dipastikan tidak ada pemadaman terkait karena krisis pasokan batu bara untuk PLTU," imbuh Darmawan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Bagaimana Keadaan Ekonomi Global Awal Tahun 2022?

Senin, 17 Januari 2022 | 21:18 WIB

Kemenkeu Ramalkan Ekonomi 2022 Tumbuh 5,8 Persen

Sabtu, 15 Januari 2022 | 20:55 WIB

IIMS 2022 Kejar Target Transaksi Rp3 Triliun

Sabtu, 15 Januari 2022 | 08:45 WIB

Pemula Wajib Tahu ! Jenis-Jenis Saham dan Contohnya

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB
X