Sederhanakan Jumlah Digit Rupiah, RUU Redenominasi Rupiah Masuk Rencana Strategis Sri Mulyani

- Rabu, 8 Juli 2020 | 10:39 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah kembali mewacanakan redenominasi mata uang Rupiah. Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang dengan mengurangi tiga angka nolnya, seperti Rp1.000 menjadi Rp1.

Rencana tersebut bergulir kembali ketika menteri keuangan mengeluarkan PMK Nomor 77/PMK.01/2020 tentang rencana strategis Kementerian Keuangan 2020-2024. Di dalam PMK tersebut, terdapat rincian 19 RUU bidang tugas Kemenkeu yang akan ditindaklanjuti, salah satunya redenominasi Rupiah.

Mengutip PMK tersebut, Jakarta, Rabu (8/7/2020), dalam PMK tersebut tertulis RUU tentang Perubahan harga Rupiah (RUU Redenominasi).

Dalam PMK juga disebutkan urgensi pembentukan RUU Redenominasi Rupiah sebagai kerangka regulasi Kemenkeu 2020-2024. Ada dua perhitungan dari pemerintah sendiri.

Pertama, RUU Redenominasi Rupiah menimbulkan efisiensi perekonomian berupa percepatan waktu transaksi dan berkurangnya risiko human error. Serta efisiensi pencantuman harga barang dan jasa karena sederhananya jumlah digit Rupiah.

Kedua, menyederhanakan sistem transaksi dan akuntansi. Serta, pelaporan Rupiah karena tidak banyaknya jumlah digit mata uang tersebut.

RUU ini akan disiapkan oleh Kementerian keuangan, dengan penanggung jawab adalah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu. Adapun unit atau institusi terkait adalah Sekretariat Jenderal Kemenkeu dan BKF Kemenkeu.

Editor: Administrator

Terkini

Wow! Harga Bitcoin Hampir Sentuh Rp1 Miliar

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:21 WIB

Mendag Evaluasi HET Beras, Bakal Naik atau Turun?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:11 WIB

Islam Dongkrak UMKM Sumbar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:33 WIB

Hari Ini Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.100/US$

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Harga Emas Antam Naik Seribu, Jadi Rp915.000/Gram

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Sumbar Lakukan Diversifikasi Produk Makanan Ringan IKM

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:59 WIB

Terpopuler

X