Shell & Chevron Cabut dari RI, Apa yang Terjadi?

- Kamis, 6 Agustus 2020 | 11:56 WIB

HARIANHALUAN.COM - Royal Dutch Shell Plc (Shell) bakal cabut dari Lapangan Abadi, Blok Masela, Laut Arafuru, Maluku. Padahal investasi diperkirakan mencapai Rp 288 triliun atau US$ 22 miliar sampai 2027.

Lalu, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) juga akan cabut dari proyek Indonesia Deep Water Development (IDD) alias ultra laut dalam di Kalimantan Timur. Investasi juga jor-joran senilai US$ 5 miliar atau sedikitnya Rp 70 triliun.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?

Plt. Direktur Jenderal Migas, Ego Syahrial mengatakan, perkembangan dari proyek Abadi Masela saat ini sedang proses open data. Di mana sudah ada 32 calon yang berminat untuk mengganti Shell di Blok Masela.

"Lagi proses open data, ada 32 calon yang sedang dalam proses open data. Tentunya pemerintah kita cari yang kompeten ya terbaik aja," kata Ego di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (05/08/2020).

Ego menyebut perusahaan yang akan masuk dipastikan adalah perusahaan besar. Namun sayangnya ia tidak mau menyebut apakah perusahaan tersebut dari dalam atau luar negeri.

"Kita nggak tahu apakah dalam dan luar negeri cuma kalau kita bicara 32 mengertilah. Artinya kalaupun ada yang dalam negeri mungkin berapa biji. Siapa yang besar-besar Pertamina, Medco (Ego mencontohkan)," jelasnya.

Ia mengatakan, meskipun Shell tidak ada di dalam proyek Abadi ini, proyek ini akan tetap berjalan. "Ya tentunya tujuan pemerintah bagaimana tetap jalan 2027 gas ini, gitu saja deh," ucapnya.

Sebelumnya, Shell melalui Shell Upstream Overseas memiliki saham partisipasi Lapangan Abadi, Blok Masela, Laut Arafuru, Maluku, sebesar 35%. Sedangkan sisanya dimiliki oleh Inpex via Inpex Masela sebanyak 65%. Dari blok itu ditargetkan produksi LNG 9,5 juta ton.

Kemudian untuk proyek IDD, ia menyebut sudah sangat jelas di mana PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) satu paket dengan Blok Rokan, yang akan diambil alih oleh Pertamina pada 2021 mendatang. Artinya saat sudah diambil Pertamina ia juga akan cabut dari proyek IDD.

"IDD sudah jelas lah, Chevron kan satu paket dengan Rokan. Kira-kira gitu jawabannya. Kalau dia sudah ini artinya dia bareng Rokan," katanya.

Ego menyebut Chevron menawarkan proyek ini ke kontraktor migas raksasa asal Italia yakni Eni S.p.A. "Ya nggak tahu pokoknya mereka saling menawarkan diri, yang saya tahu Chevron tawarkan diri kita tunggu saja. Loh Chevron menawarkan diri," katanya.

Jika Chevron cabut dari Indonesia artinya tidak ada lagi proyek yang dijalankan di Indonesia. Menanggapi hal ini Ego mengatakan, adanya kemungkinan kapan-kapan untuk Chevron masuk lagi ke Indonesia.

"Nggak tahu nanti di tengah-tengah bisa masuk lagi," paparnya singkat.(*)
 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Upik Isil Buka Warung Bakso Tak Tun Tuang di Padang

Minggu, 19 September 2021 | 06:37 WIB

Pacu Produksi, 161 Sumur Baru Bakal Dibor PT PHR

Minggu, 19 September 2021 | 00:10 WIB

Terjun Bebas! Harga Emas Antam Turun Rp14.000/Gram

Sabtu, 18 September 2021 | 08:55 WIB

Daftar Pinjol Legal 2021 yang Sudah Terdaftar OJK

Jumat, 17 September 2021 | 17:12 WIB

Waspada Modus Terbaru Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

Jumat, 17 September 2021 | 16:37 WIB

Perdagangan Pagi Ini, Harga Minyak Relatif Stabil

Jumat, 17 September 2021 | 10:04 WIB
X