Ekonomi China Melambat, Dunia Mulai Waswas

- Selasa, 18 Januari 2022 | 13:54 WIB
China (Ghina Atika)
China (Ghina Atika)

Ekonomi China yang melambat merupakan tanda yang mengkhawatirkan bagi dunia. Pasalnya, China merupakan salah satu negara penompang perekonomian terkuat di dunia. Output Ekonomi China naik 4% pada kuartal terakhir tahun 2021 dan lebih lambat dari tahun sebelumnya.

Pemerintah China sedang membatasi langkah-langkah spekulasi real estat, Hal ini juga merugikan sektor lain akibatnya ekonomi China menjadi turun dan melambat tajam pada tahun lalu. Pengurangan dan pembatasan perjalanan selama pandemi Covid-19 membuat pengeluaran konsumen terhambat. Peraturan ketat mengenai bisnis internet dan perusahaan bimbingan sekolah membuat banyak pemutusan hubungan kerja.

Melihat keadaan ekonomi China dari lokomitif utama pertumbuhan ekonomi global beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ekonomi global memang sedang melemah. Hal ini ditambah dengan adanya varian Omicron yang menyebar di China sehingga menimbulkan pembatasan kembali. Pembatasan ini membuat kekhawatiran adanya kekurangan dalam rantai pasokan.

Pemerintah China dalam keadaan dilema melihat keadaan ekonomi China yang melemah. Mereka telah menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi krisis jangka panjang, namun permasalahan yang akan mereka hadapi adalah krisis jangka pendek. Krisis jangka pendek ini akan merusak tatanan negara di tahun yang memiliki kepentingan politik. Bulan depan, Beijing menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin, sehingga dunia internasional akan berfokus pada kinerja negara China.

Berbeda lagi permasalahan yang dihadapi sektor swasta di China. Bahan baku yang harganya melonjak ditambah konsumen yang dilarang untuk ke luar rumah menyebabkan sektor usaha swasta menjadi bangkrut. Kebanyakan dari bisnis ini adalah bisnis kecil dan milik keluarga.

Baca Juga: Bagaimana Keadaan Ekonomi Global Awal Tahun 2022?

Hal ini menjadi perhatian besar di China, karena usaha swasta menyumbang tiga perlima dari output dan empat perlima lapangan kerja perkotaan. Perusahaan swasta di China juga turut menjadi tulang punggung bagi perekonomian mereka.

China (Ghina Atika)

Usaha kecil di China juga mengalami kesulitan lainnya. Mereka yang mendapat pinjaman usaha dari badan swasta sering kali mendapat beban suku bunga dua kali lipat lebih besar. Pemerintah China menyadari tantangan yang dihadapi perusahaan swasta China. Perdana Menteri Li Keqiang telah menjanjikan pemotongan lebih lanjut dalam pajak dan biaya demi membantu banyak usaha kecil yang sedang berjuang.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: New York Times

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Deretan Saham Diprediksi Berkilau Minggu Ini

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:07 WIB

Hari Ini 13 Mei 2022, IHSG Melorot ke 6.597

Jumat, 13 Mei 2022 | 22:08 WIB
X