Sajadah Impor China Kuasai RI, Pabrik Lokal Terpaksa PHK Massal

- Sabtu, 22 Agustus 2020 | 14:43 WIB

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Impor produk sajadah dan karpet dari China dan Turki beberapa tahun terakhir makin deras. Hal ini membuat industri dalam negeri megap-megap, bahkan terancam gulung tikar. 

Karpet impor asal China dan Turki punya kelebihan harga yang murah, sehingga produk lokal susah bersaing dan terganggu produksinya.

Atas fenomena ini, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan API mewakili industri karpet dan sajadah dalam negeri telah mengajukan permohonan safeguard ke Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Kami harapkan dapat segera di kabulkan agar industri karpet sajadah dalam negeri dapat diselamatkan dan menghindari terjadinya banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif," kata Rizal dalam pernyataan resminya, Sabtu (22/8).

Catatan BPS telah terjadi lonjakan impor karpet dan penutup lantai tekstil lainnya pada periode tahun 2017 sampai 2019 dengan tren sebesar 25,2% yang menyebabkan ancaman kerugian serius pada Industri Dalam Negeri.

Kondisi ini mengakibatkan menurunnya pangsa pasar Domestik Industri Dalam Negeri akibat produk impor yang sejenis yang secara langsung bersaing dengan produk Industri Dalam Negeri.

Dampak banjir produk impor karpet dan sajadah tersebut mengakibatkan industri dalam negeri terpaksa mengurangi produksinya. Sehingga adanya penumpukan persediaan bahan baku dan barang jadi dalam jumlah yang besar hampir di semua pabrik. Utilisasi dari kapasitas terpasang kurang dari 40%.

Dengan turunnya produksi maka otomatis telah terjadi pengurangan karyawan yang cukup banyak. Kinerja keuangan industri dalam negeri telah mengalami penurunan yang signifikan.

Menurut data dari BPS dalam tahun 2019 impor Produk Karpet dan Penutup Lantai Tekstil Lainnya mayoritas berasal dari China dan Turki, masing masing sebesar 63,43 % dan 19,16 % pangsa pasar di dalam negeri.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Wow! Harga Bitcoin Hampir Sentuh Rp1 Miliar

Rabu, 20 Oktober 2021 | 12:21 WIB

Mendag Evaluasi HET Beras, Bakal Naik atau Turun?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:11 WIB

Islam Dongkrak UMKM Sumbar

Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:33 WIB

Hari Ini Rupiah Kembali Melemah ke Rp 14.100/US$

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:05 WIB

Harga Emas Antam Naik Seribu, Jadi Rp915.000/Gram

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:56 WIB

Sumbar Lakukan Diversifikasi Produk Makanan Ringan IKM

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:59 WIB

Terpopuler

X