Sajadah Impor China Kuasai RI, Pabrik Lokal Terpaksa PHK Massal

Administrator
- Sabtu, 22 Agustus 2020 | 14:43 WIB

Harga rata rata produk impor dari China dan Turki adalah sebesar 2,5 dolar AS per kg dan 1,36 dolar AS per kg. "Yang sudah jelas jelas menunjukkan bahwa mayoritas produk produk yang diimpor adalah yang berkualitas rendah dan tidak sesuai dengan standar kesehatan dan keselamatan ( K3L ) seperti memakai bahan Foam/Busa ( yang mudah terbakar ) dan sisa sisa limbah industri tekstil ( yang tidak baik untuk kesehatan ) sebagai bahan alas karpet dan sajadah," katanya.

Padahal di dalam negeri telah memproduksi barang barang berkualitas dan telah memiliki berbagai sertifikat dari dalam dan luar negeri, ini di buktikan dengan banyak produk produk dalam negeri telah terpasang di Hotel hotel bintang 5, Gedung gedung bioskop kelas atas, Bandara Udara, Masjid masjid, Perkantoran serta Otomotif.

Ketua Komite Karpet dan Sajadah API Jivat Khiani mengatakan beberapa tahun terakhir impor produk Karpet dan Sajadah telah menggerus pangsa pasar industri dalam negeri terutama dengan harga yang lebih rendah.

Selain membanjirnya produk produk impor, kami juga mengalami kendala yaitu adanya disharmonisasi tarif Bea Masuk impor yang di kenakan terhadap Bahan Baku utama berupa Polypropilene Resin yaitu sebesar 10 %, sedangkan tarif Bea Masuk impor untuk Benang Polypropilene lebih rendah yaitu sebesar 5 %.

Sedangkan untuk produk akhirnya yaitu barang jadi berupa Karpet dan Sajadah di kenakan tariff Bea Masuk impor sebesar 0 % dari negara negara yang mempunyai perjanjian dagang. (*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Siang Ini Rupiah Melemah ke Rp14.447 per USD

Senin, 6 Desember 2021 | 12:40 WIB

Boyband BTS Raup Rp483 Miliar dari Konser di Amerika

Senin, 6 Desember 2021 | 06:00 WIB

Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Nataru

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:02 WIB
X