Terungkap! Penyebab Batik Air Mendadak Tutup Rute Penerbangan

- Senin, 24 Agustus 2020 | 22:55 WIB

HARIANHALUAN.COM - Salah satu maskapai penerbangan nasional, Batik Air, dilarang terbang ke Pontianak selama sepekan ke depan. Perintah penghentian penerbangan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat tanggal 22 Agustus 2020 kepada Direksi Batik Air melalui surat bernomor 552/345/Dishub-A. Group Lion selaku induk Batik Air pun akhirnya menghentikan penerbangannya secara resmi mulai 24 Agustus 2020.

Surat tersebut akhirnya memunculkan reaksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator perhubungan. Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto menilai bahwa kebijakan Gubernur Kalimantan Barat tidak tepat. Dia mengaku sudah mengirimkan surat untuk menindaklanjuti hal ini.

"Ya kita prihatin dengan kondisi itu, dan kita sudah ada suratnya ya, surat dari kita juga ke gubernur. Kita menyatakan tidak tepat suratnya gubernur itu," ungkap Novie Riyanto kepada CNBC Indonesia ketika dihubungi, Senin (24/8/20).

Dia menegaskan bahwa Kemenhub tidak sepakat dengan kebijakan penghentian rute oleh pemda. Dia mengaku mendapat keluhan dari maskapai mengenai kebijakan setop operasi. Apalagi, ihwal aturan membuka atau menutup rute adalah wewenang pemerintah pusat melalui Kemenhub.

"Seharusnya yang paling benar ya gubernur koordinasi lah dengan pak menteri atau dengan kami. Tidak terus membuat suatu keputusan sepihak," tuturnya.

Padahal, menurutnya sejauh ini koordinasi antara pusat dan daerah sudah cukup baik dengan beberapa rapat yang intensif. Dia menambahkan, ke depan akan melakukan koordinasi lebih intensif dengan kepala daerah lain agar kejadian serupa tidak terulang.

"Kita harus memberikan sosialisasi yang benar kepada masyarakat, kepada Pemda juga, kita tahu untuk mengatur sesuatu kan butuh aturan aturan yang bersifat nasional untuk penerbangan, tidak bisa diatur secara kedaerahan. Kan penerbangan ini sistem," urainya.

"Sudah sering kan kita rapat rapat juga dengan Pak Menko Marves juga. Tapi kan daerah mungkin punya view sendiri yang kita nggak ngerti juga," lanjutnya.

Sebelumnya, Lion Group terpaksa menghentikan penerbangan Batik Air untuk rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) - Bandar Udara Internasional Supadio di Kubu Raya (PNK). Penghentian ini mulai dilakukan Minggu (23/8/2020) hingga 30 Agustus mendatang atau hingga pemberitahuan berikutnya dari maskapai.

Penghentian penerbangan rute ini disebabkan karena adanya temuan enam orang penumpang penerbangan ini yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari maskapai penerbangan ini. Ini berdasarkan perintah Gubernur Kalimantan Barat tanggal 22 Agustus 2020 kepada Direksi Batik Air melalui surat bernomor 552/345/Dishub-A.

"Bahwa sesuai hasil pemeriksaan PCR test random terhadap kedatangan penumpang tanggal pertengahan Agustus 2020, ditemukan 6 (enam) penumpang berstatus Konfirmasi Positif Covid-19 dari maskapai penerbangan Saudara," demikian mengutip surat tersebut, Sabtu (22/8/2020).

"Berdasarkan arahan Gubernur Kalimantan Barat, sebagai bentuk pertanggung- jawaban airlines, maka diminta agar Batik Air untuk sementara tidak membawa penumpang ke Pontianak selama 7 (tujuh) hari terhitung tanggal 24 Agustus 2020."

Pemerintah Kalimantan Barat menegaskan akan terus mengintensifkan pemeriksaan PCR mendadak kepada penumpang bandara dan pelabuhan yang akan masuk ke Kalimantan Barat, terutama dari daerah zona merah.

"Setiap maskapai penerbangan yang kedapatan membawa masuk penumpang dari luar Kalimantan Barat dalam kondisi reaktif atau konfirmasi Covid-19 berdasarkan hasil Rapid Test atau PCR di terminal kedatangan Supadio akan diberikan sanksi yang sama, yaitu penutupan sementara rute penerbangan dari airlines tersebut," tulis surat tersebut.

Maskapai Batik Air dari anak perusahaan Lion Air Group berhenti beroperasi sementara pada rute dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK) ke Pontianak melalui Bandar Udara Internasional Supadio di Kubu Raya (PNK).

"Rute Batik Air dari CGK ke PNK tidak beroperasi sementara mulai 24 hingga 30 Agustus 2020 atau pemberitahuan lebih lanjut," ujar Corporate Communication Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro saat dihubungi CNBC Indonesia pada Sabtu (22/8/2020).

Namun, menurut Danang, penerbangan pada 23 Agustus 2020 tetap berjalan. "Dalam upaya mengakomodir kebutuhan tamu, dikarenakan para penumpang di penerbangan ini (tanggal dimaksud) tidak dapat diinfo dan dipindahkan ke maskapai lain," paparnya.(*)

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Upik Isil Buka Warung Bakso Tak Tun Tuang di Padang

Minggu, 19 September 2021 | 06:37 WIB

Pacu Produksi, 161 Sumur Baru Bakal Dibor PT PHR

Minggu, 19 September 2021 | 00:10 WIB

Terjun Bebas! Harga Emas Antam Turun Rp14.000/Gram

Sabtu, 18 September 2021 | 08:55 WIB

Daftar Pinjol Legal 2021 yang Sudah Terdaftar OJK

Jumat, 17 September 2021 | 17:12 WIB

Waspada Modus Terbaru Pinjaman Online (Pinjol) Ilegal

Jumat, 17 September 2021 | 16:37 WIB

Perdagangan Pagi Ini, Harga Minyak Relatif Stabil

Jumat, 17 September 2021 | 10:04 WIB
X