Australia Menempatkan Ekonomi di Atas Kesehatan Masyarakatnya

- Kamis, 20 Januari 2022 | 14:37 WIB
Australia (Ghina Atika)
Australia (Ghina Atika)

Pemerintah Australia mulai memberikan kelonggaran pada masyarakat untuk tidak perlu menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Untuk seluruh kegiatan di sektor ekonomi dibebaskan dalam melakukan apa pun. Ketika pemerintah mengabaikan saran Kesehatan selama pandemic Covid-19. Orang akan berasumsi ada kebijakan lain yang telah disiapkan pemerintah untuk menangani lonjakan Covid-19. Australia melakukan pelonggaran pembatasan termasuk untuk orang yang tidak divaksinasi. Walaupun ahli epidemologi memperingatkan adanya penyebaran varian Omicron .

Pemerintah Australia menyebutkan bahwa kehidupan di Australia akan berlangsung normal. Mulai Desember tahun 2021 pemerintah Australia mendeklarasikan bebas masker terkecuali hanya untuk staf perhotelan yang belum divaksin atau saat berada di bandara dan transportasi umum. Hal ini berguna untuk mendongkrak perekonomian Australia agar lebih baik lagi.

Kemudian pada hari Rabu (19/1/22) Perdana Menteri Australia Scott Morrison memanggil 150.000 pelajar internasional yang memiliki visa. Scott Morrison meminta bantuan tenaga kerja, karena Australia kekurangan tenaga kerja selama pandemi. Hal ini juga menghambat perekonomian Australia. Pekerjaan yang akan diberikan biasanya berbasis seperti perawatan kesehatan, perawata usia lanjut, dan pekerjaan sejenis lainnya.

Pemerintah Australia juga mengabaikan pelayanan alkohol yang bersertifikat. Hal ini ditujukan karena banyaknya pelanggan di pub dan klub yang datang sehingga mereka kekurangan pekerja saat ini.

Banyak kejadian yang tidak menyenangkan karena Australia kekurangan tenaga kerja. Seperti seorang wanita tua berusia 92 tahun mengalami patah tulang pinggul harus menunggu 13 jam untuk menanti ambulan datang. Selain itu, seorang ahli bedah dari Liverpool membatalkan operasinya di Australia karena takut jika pasien membutuhkan tempat tidur di ICU tidak terpenuhi. Keadaan ini bisa dipandang sebagai hal yang tidak menyenang di dunia kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga: Atdikbud Canberra Dorong Bahasa Indonesia Populer lagi di Australia

Hal ini disebabkan karena mulai menyebarnya virus Omicron di Australia dan pemerintah tidak mau ekonomi sampai terganggu. Maka dari itu, keadaan perekonomian sangat mengauasai sektor kesehatan karena mereka tidak mampu atau tidak bisa bertindak apa pun jika hal itu melanggar masalah ekonomi.

Walaupun begitu, masyarakat dengan sadar mulai mengurangi aktivitas mereka ke luar rumah. Masyarakat Australia meresa takut dengan penyebaran virus Corona varian Omicron ini. Banyak masyarakat yang mengurangi kontak juga dengan orang-orang secara langsung atau berpergian ke tempat yang jauh. Namun tindakan ini mengurangi pendapat dari hotel dan pariwisata sehingga mengganggu keadaan ekonomi. Dampak lainnya dapat terlihat dari orang yang tidak bisa pergi bekerja lebih banyak dibandingkan dengan orang yang takut ke luar rumah. Sisi baiknya, masyarakat makin paham dengan cara kerja di rumah dan cara mengatur uang selama di rumah.

Menurut Federal Reserve As yaitu bank sentral di Amerika Serikat, virus varian Omicron ini bisa memicu adanya inflasi di suatu negara. Australia yang kekurangan staf saat ini melakukan pengurangan waktu karantina dari 14 hari menjadi seminggu. Namun Perdana Menteri Morrison mengatakan, jika dikurangi dari seminggu maka berkemungkinan menyebabkan penyebaran semakin meluas. Setelah melakukan karantina selama seminggu, masyarakat di minta untuk langsung masuk bekerja.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sosok Murat Ulker Orang Terkaya di Turki

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:58 WIB

Simak Begini Sejarah Saham MTEL

Selasa, 24 Mei 2022 | 14:33 WIB

Begini Proses dan Cara Kerja Buyback Saham

Selasa, 24 Mei 2022 | 12:28 WIB
X