Google Merekrut Veteran PayPal Demi Mengatur Ulang Layanan Keuangannya

- Jumat, 21 Januari 2022 | 10:24 WIB
Google (Ghina Atika)
Google (Ghina Atika)

Google telah merekrut mantan eksekutif Paypal Holdings Inc yaitu Arnold Goldberg. Google Pay memang telah menarik banyak minat masyarakat India, namun masih kalah saing dengan Apple Inc. Google belum meluncurkan kartu kredit atau produk keuangannya sendiri seperti yang dilakukan Apple.

Google Alphabet Inc telah mempekerjakan mantan eksekutif PayPal Holdings Inc. Arnold Goldberg. Mantan eksekutif PayPal Holidngs Inc ini akan akan menjalankan divisi pembayaran dan arah baru untuk bisnis setelah terjadi pembatalan dorongan ke arah perbankan.

Menurut Bill Ready, presiden perdagangan Google langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk bekerja sama dengan banyak layanan keuangan termasuk cryptocurrency.  Padahal bisnis dengna sistem Google Pay dan dompet digital sebagian besar telah menghindari industri kripto.

Google telah menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan layanan pemeriksaan dan tabungan digital. Google juga sudah menyiapkan 11 mitra perbankan dalam peluncurannya. Namun, pada bulan Oktober tahun lalu terjadi perubahan pada Google. Saat itu sebuah perusahaan bernama Plex membatalkan penawaran yang diusulkan. Menurut Ready, Google ingin menjadi mitra penghubung di seluruh industri pembiayaan konsumen bukan untuk mitra tertentu.

Ready menuturkan kepada Mint, bahwa mereka tidak ingin menjadi bank. Namun, karena bisnis mereka yang bergerak di bidang yang hampir mirip maka dari itu tanpa disadari masuk ke dalam ranah perbankan. Mengingat dominasi Google dalam pencarian dan layanan online lainnya, sudah lama menguasai bidang ekonomi di bagian teknologi ini. Namun, hanya sedikit yang bisa menyaingi Google dalam bidang tersebut. Saat ini Google Pay telah mendapatkan daya tarik di India, tetapi harus bekerja keras di negara lain untuk mendapatkan perhatian tersebut. Itu tertinggal jauh di belakang platform pembayaran Apple Inc., dan Google belum membuat kartu kredit atau produk keuangannya sendiri seperti yang dimiliki Apple.  

Namun, Google memiliki jangkauan konsumen yang luas dan neraca yang sangat besar. Menurut Ready Google tidak berencana mengubah sistemnya yang mana  tidak ada biaya transaksi untuk dompet digital milik Google. Google juga bekerja keras untuk menambahkan layanan pencarian dan layanan belanjanya. Itu akan membantu menunjukkan pengguna mengenai seluruh rangakaian layanan keuangan di luar sana. Ready menambahkan kepada Mint bahwa pihak Google hanya ingin berkoneksi dengan banyak pihak dan tidak ingin berkonflik dengan siapa pun.

Baca Juga: Analis India : JustDial Berhenti Mencoba Mengalahkan Google

Ready merupakan mantan chief operating officer PayPal yang bergabung dengan Google pada 2019 dan mulai mengawasi divisi pembayarannya tahun lalu setelah kepergian eksekutif. Dia merekrut Goldberg, yang menjalankan bisnis pedagang PayPal menjadi wakil presiden dan manajer umum untuk pembayaran dan upaya pasar berkembang. Hal ini merupakan  sebuah inisiatif yang disebut Google sebagai Next Billion Users atau NBU.

Google memulai debut aplikasi pembayarannya pada tahun 2015 dan mengubahnya pada akhir tahun 2020 sebagai pusat bagi konsumen untuk melacak pengeluaran dan mencari diskon. Pada saat itu, perusahaan membagikan bahwa aplikasi tersebut memiliki 150 juta pengguna aktif bulanan secara global. Namun dompet Google menghadapi persaingan ketat, bahkan pada perangkat yang menjalankan sistem operasi Android. Samsung Electronics Co., penjual smartphone terbesar, memiliki sistem pembayaran sendiri.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: livemint

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sosok Murat Ulker Orang Terkaya di Turki

Rabu, 25 Mei 2022 | 19:58 WIB

Simak Begini Sejarah Saham MTEL

Selasa, 24 Mei 2022 | 14:33 WIB

Begini Proses dan Cara Kerja Buyback Saham

Selasa, 24 Mei 2022 | 12:28 WIB
X