Walikota New York City yang Baru Menginvestasikan Gaji Pertamanya ke Kripto

- Senin, 24 Januari 2022 | 08:30 WIB
Kripto (Ghina Atika)
Kripto (Ghina Atika)

Walikota baru Kota New York, Eric Adams, berencana untuk mengubah gaji pertamanya menjadi dua mata uang kripto. Sebelumnya telah ia sebut bahwa kripto sebagai mesin ekonomi potensial untuk kota tersebut.

Kantor Demokrat mengumumkan pada hari Kamis (20/1/22)  bahwa pembayaran gaji pertama Adams akan disimpan pada Coinbase yaitu sebuah platform online yang digunakan untuk membeli mata uang kripto. Gaji tersebut kemudian diubah menjadi Ethereum dan Bitcoin.

Adams menyebutkan bahwa New York sebagai salah satu kota pusat dunia jadi harus ada inovasi keuangan yang dilakukan New York. Maka Adams menginginkan New York menjadi pusat mata uang kripto. Adams juga menambahkan dengan adanya inovasi keuangan di New York bisa membuka lapangan kerja lebih luas, membuat ekonomi menjadi lebih baik lagi, dan menjadikan New York sebagai tempat mengasah talenta orang di seluruh dunia.

Sebenarnya New York City mencatat dalam rilis beritanya bahwa peraturan perburuhan federal melarang kota membayar karyawan dalam mata uang kripto. Namun, setiap pekerja yang dibayar dalam dolar AS dapat menggunakan pertukaran untuk membeli mata uang kripto.

Perilaku wali kota New York yang menggunakan kantor Demokrat untuk mempromosikan industri kripto mendapat kritik dari setidaknya satu kelompok lingkungan New York bagian utara. Seneca Lake Guardian, yang mencatat bahwa membuat dan mengelola mata uang kripto dapat menghabiskan energi dalam jumlah besar. Mata uang kripto biasanya diproduksi oleh pembangkit listrik yang dapat menyebabkan adanya perubahan pada iklim.

Baca Juga: Indodax Raih Penghargaan Startup Aset Kripto Terbaik dari Dunia Fintech Awards

Seneca Lake Guardian mengatakan bahwa wali kota Adams salah besar mengenai mata uang kripto. Atas ketidaktahuan Eric Adams bisa menyebabkan kerugian pada warga New York jutaan dolar akibat tagihan energi yang tinggi, sehingga membunuh ekonomi warga New York. Selain itu Seneca Lake Guardian juga menambahkan bahwa pembangkit listrik yang bekerja secara berlebihan bisa menyebabkan pencemaran air dan meningkatkan emisi CO2 yang membahayakan nyawa manusia.

Jaksa Agung Negara Bagian Letitia James telah menyelidiki platform perdagangan mata uang kripto dan memperingatkan tahun lalu bahwa investor harus sangat berhati-hati dalam melakukan investasi dengan uang virtual. Menurut James mata uang kripto merupakan bentuk investasi yang tidak stabil. Kerugian yang akan investor dapatkan bila tidak berhati-hati secepat keuntungan yang diberikan mata uang kripto.

Adams telah menyarankan bahwa mata uang kripto dan teknologi blockchain serta buku besar digital yang mencatat mata uang virtual harus diajarkan di sekolah. Mata uang kripto sendiri adalah jenis uang digital yang menggunakan teknologi enkripsi untuk melacak transaksi. Mereka tidak memiliki pemerintah negara yang mendukung mereka, bank sentral, suku bunga, atau sejarah panjang nilai tukar terhadap mata uang lainnya. Itu bisa membuat sulit untuk menilai nilainya. Investor mengandalkan perubahan yang didorong pasar dalam nilai mata uang kripto untuk menghasilkan keuntungan.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: The Gleaner

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:48 WIB

Simak 4 Keuntungan Transaksi dengan Allo Bank

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:14 WIB

Deretan Saham Diprediksi Berkilau Minggu Ini

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:07 WIB
X