Bisnis Ekspor Cecak Kering Tembus Pasar China

- Senin, 24 Januari 2022 | 12:25 WIB
Cecak (Ghina Atika)
Cecak (Ghina Atika)

Cecak kerap kali dibenci oleh sebagain besar kalangan orang. Entah karena bentuknya atau memiliki pengalaman tidak menyenangkan dengan hewan reptil ini. Namun siapa sangka bisnis ekspor cecak yang sudah dikeringkan menjadi komoditas dagang yang menjanjikan.

Ekspor cecak kering ini juga sudah menembus pasar China. Bisnis ini dijalankan oleh seorang wanita asal Cirebon, Jawa Barat bernama Ita Purwita. Bisnis cecak kering ini ternyata sudah menjadi usaha turun temurun di keluarga Ita. Sejak 16 tahun lalu ibu dari Ita sudah memulai usaha ini dan saat ini Ita mengembangakan bisnis keluarga tersebut menjadi lebih maju lagi.

Ita menuturkan bahwa negeri tirai bambu tersebut banyak membutuhkan cecak kering sebagai obat. Cecak kering merupakan bahan baku ramuan obat di China. Menurut Ita semua bagian tubuh cecak berguna untuk obat. Sehingga permintaan ekspor cecak kering ke China sangatlah tinggi. Setiap bulannya bisnis yang dijalankan Ita mengekspor 1 kwintal cecak kering dan harga yang dibanderol per kilonya sekitar Rp. 250.000.

Seperti yang telah diketahui bahwa obat tradisional dari China sangat terkenal. Bahkan bukan hanya di China saja yang memanfaatkan obat tradisional mereka, di Inggris terdapat 600 klinik obat tradisional China. Oleh karena itu, cecak kering sebagai bahan baku sangat diperlukan dalam pembuatan obat-obat yang disebar ke seluruh dunia.

Selain sebagai bahan baku obat, cecak kering juga memiliki segudang manfaat lainnya. Cecak berguna sebagai obat asma, wasir, gatal-gatal atau penyakit kulit, gangguan pencernaan, hingga mengobati kanker. Cecak kering juga dimanfaatkan untuk kecantikan dan bahan pakan ikan.

Baca Juga: Jadi Sumber Pembangkit Listrik Terbesar di Indonesia, Bisnis Batu Bara Auto Cuan?

Namun, sebenarnya cecak di China tidak hanya dimanfaatkan sebagai obat. Cecak juga merupakan hidangan populer di China dan Hong Kong. Kebanyakan masyarakat di sana percaya bahwa mengeringkan makanan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Di China dan Hong Kong juga memanfaatkan segala jenis reptil kering untuk menambah cita rasa sup mereka. Cecak kering juga mudah ditemukan di toko-toko obat tradisional di China. Biasanya pedagang menjual reptil dalam kemasan

Menurut Ita, ia mendapatkan cecak dari daerah Cirebon dan Jawa Tengah. Ita mendapatkan cecak dalam jumlah banyak dari pengepul. Cecak yang masih hidup dari pengepul tersebut dikeringkan. Proses yang dilalui cukup panjang untuk mengeringkan cecak. Cecak-cecak yang didapatkan itu direndam pada air sabun hingga mati. Lalu cecak yang sudah mati itu akan di masukkan ke oven untuk dikeringkan, proses pengovenan ini dilakukan pada malam hari. Setelah kering di oven, keesokan harinya cecak-cecak tersebut dikeringkan kembali dengan cara di jemur di bawah sinar matahari. Setelah cecak dipastikan benar-benar kering, maka cecak siap untuk dijual.

Ita mengaku omzet yang diraih dari bisnis cecak kering ini mendapatkan sekitar Rp 5 juta perbulannya. Ita selalu berharap usaha turun temurun dari keluarganya ini dapat terus berkembang.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: Merahputih.com, Liputan 6, Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:21 WIB

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:48 WIB

Simak 4 Keuntungan Transaksi dengan Allo Bank

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:14 WIB
X