5 Ide Usaha Budidaya Hewan Bikin Tajir Melintir

- Senin, 24 Januari 2022 | 17:05 WIB
Budidaya (Ghina Atika)
Budidaya (Ghina Atika)

Beberapa hewan yang dapat dibudidayakan terkesan menjijikan, seperti cacing, katak, lintah, dan lainnya. Namun, siapa sangka binatang ini bisa mendatangkan untung yang melimpah.

Bisnis budidaya di masa pandemi cukup menjanjikan karena pangsa pasar yang jelas. Usaha budidaya juga dapat dilakukan di rumah sehingga kita tidak perlu pergi jauh atau bertemu banyak orang dalam mengurus hewan yang sedang kita budidayakan.

Beberapa hewan yang sudah dibudidayakan atau diternakan memang pasaran dan sudah banyak dilakukan masyarakat, misalnya budidaya ikan lele, ternak ayam, sapi, bebek, dan lainnya. Berikut ini ada 5 ide usaha budidaya hewan yang bisa bikin tajir melintir ditambah jarang ada di pasaran :

  1. Belut
    Belut (Ghina Atika)

Belut memiliki nilai gizi yang tinggi, namun tubuhnya yang tampak mirip dengan ular membuat banyak orang bergidik ngeri ataupun geli. Karena memiliki kandungan gizi yang tinggi, banyak orang ingin mengonsumsi belut. Belut yang paling banyak diincar di pasaran adalah belut super. Belut tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari belut pada umumnya. Ukuran diameter tubuhnya mencapai 6,5 cm dan panjang sekitar 50 cm. Ukuran belut super yang begitu besar, 3 ekornya bisa mencapai berat 1 kg.

Budidaya belut super memerlukan kolam lumpur sebagai tempat habitat belut tersebut. Ukuran kolam untuk belut super sekitar 2x5 meter dan satu kolam lumpur bisa menghasilkan sekitar 250 kg belut. Harga jual belut sendiri berkisar Rp. 30.000-Rp. 35.000 per kilogramnya. Perkiraan omzet yang dapat dihasilkan dari budidaya belut super ini setiap kali panen adalah Rp. 40 juta – Rp. 50 juta.

Baca Juga: Aplikasi Kasir Gratis, Cocok untuk Usaha Kecil dan Menengah

  1. Katak Lembu
    Katak Lembu (Ghina Atika)

Katak lembu banyak dijadikan olahan makanan di restoran Tionghoa biasanya disebut dengan swike. Katak lembu pemeliharaannya mirip dengan budidaya ikan lele yaitu dimasukkan dalam kolam lalu ditutup agar tidak lepas. Memulai usaha budidaya katak lembu ini cukup murah, karena harga bibit kecebong katak lembu dibanderol Rp. 1000 per ekornya. Katak lembu yang bisa dikonsumsi pada usia lima bulan sampai tujuh bulan. Harga jual per kilogram dari katak lembu ini cukup mahal, yaitu sekitar Rp. 50.000 untuk dua sampai empat ekor katak saja. Jika kita bisa menjual hingga 200 kg maka keuntungan yang akan diraih sekitar Rp. 10 juta.

Tidak usah takut dengan kepunahan katak lembu. Satu ekor induk katak lembu bisa bertelur hingga 2000 sampai 7000 butir telur. Katak lembu yang bisa bertahan hingga dewasa biasanya berjumlah sekitar 5000 katak.

  1. Cacing Sutera
    Cacing (Ghina Atika)

Cacing sutera memiliki kandungan protein sekitar 52%. Protein ini sangat mendukung tumbuh kembang ikan. Bentuknya yang kecil dan halus sangat cocok dikonsumsi segala jenis ikan terutama ikan air tawar.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: Merdeka.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah! BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:21 WIB

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:48 WIB

Simak 4 Keuntungan Transaksi dengan Allo Bank

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:14 WIB

Deretan Saham Diprediksi Berkilau Minggu Ini

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:07 WIB
X