3 Negara Bagian AS Menuntut Google Atas Pelanggaran Privasi Pengguna

- Rabu, 26 Januari 2022 | 08:29 WIB
Kantor Google (Ghina Atika)
Kantor Google (Ghina Atika)

Distrik Columbia dan tiga negara bagian menuntut Google karena diduga menipu konsumen dan melanggar privasi mereka dengan membuat lokasi penggunanya jadi teracak secara bebas. Hal ini membuat risih penggunanya karena tidak mendapat ranah privasi.

Dalam gugatan yang diajukan Senin di pengadilan Washington, Jaksa Agung DC Karl Racine menuduh Google telah menipu konsumen secara sistematis tentang bagaimana lokasi mereka dilacak dan digunakan. Dia juga mengatakan raksasa pencarian internet telah menyesatkan pengguna agar percaya bahwa pengguna dapat mengontrol informasi yang dikumpulkan Google tentang mereka.

Menurut Jaksa Agung Karl Racine pada kenyataannya, konsumen yang menggunakan produk Google tidak dapat mencegah Google mengumpulkan, menyimpan, dan mengambil keuntungan dari lokasi mereka. Maka dari itu penggunanya mengajukan gugatan. Google memiliki kemampuan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya untuk memantau kehidupan sehari-hari konsumen.

Dalam gugatan tersebut para pengguna menyatakan bahwa Google membuat mereka tidak bisa keluar dari belenggu pelacakan tersebut. Terlebih lagi pelacak tersebut bisa melacak tempat yang sensitif dan berharga pengguna, hal ini menunjukkan bahwa Google telah melanggar privasi pengguna.

Menurut laporan dari kantor Jaksa Agung Racine, bahwa Jaksa Agung negara bagian Texas, Indiana dan Washington mengajukan tuntutan hukum serupa di pengadilan negara bagian mereka.

Baca Juga: Bisnis Kecil Berjuang Mengembalikan Dana 000 dari Tagihan Tidak Sah Google AdS

Pada rilis berita kantor Racine menyebutkan bahwa model bisnis Google bergantung pada pelacakan dan pengawasan terus-menerus pada penggunanya. Gugatan tersebut menegaskan bahwa Google memiliki insentif keuangan yang kuat untuk mengaburkan detail pengumpulan data lokasi dan mempersulit konsumen untuk terlepas dari pelacakan Google. Dikatakan data lokasi adalah bagian penting dari bisnis periklanan digitalnya yang menghasilkan pendapatan $150 miliar untuk perusahaan induk Google, Alphabet Inc. pada tahun 2020.

Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California, membantah klaim tersebut. Google menyatakan bahwa gugatan yang dilayangkan kepada pihaknya merupakan klaim yang tidak akuran dan pernyataan yang sudah using mengenai perusahaannya. Juru bicara Google bernama Jose Castaneda memberi pernyataan bahwa Google selalu membangun fitur privasi ke dalam produk mereka dan menyediakan kontrol yang kuat untuk pelacakan data lokasi.

Castaneda juga menambahkan bahwa pihak Google akan melakukan pembelaan diri. Pihak Google akan meluruskan apa yang harus dibenarkan dari berita yang menurutnya tidak benar tersebut.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: Business Standard

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:48 WIB

Simak 4 Keuntungan Transaksi dengan Allo Bank

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:14 WIB

Deretan Saham Diprediksi Berkilau Minggu Ini

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:07 WIB
X