Siap-siap, Buruh Ancam Demo Jika Upah Minimum 2021 Tak Naik

Administrator
- Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:29 WIB

HARIANHALUAN.COM - Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) menolak wacana pemerintah untuk tidak menaikkan upah minimum 2021. Pasalnya, kebijakan itu dinilai merugikan pekerja.

"(Kami) akan melakukan perlawanan dengan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di seluruh Indonesia karena upah merupakan hak yang paling fundamental bagi kaum buruh," ujar Ketua Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Roy Jinto dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (21/10).

Roy mengungkapkan penolakan Omnibus Law Cipta Kerja yang belum didengarkan pemerintah ditambah pernyataan asosiasi pengusaha yang meminta agar upah minimum 2021 tidak naik bahkan diturunkan, menimbulkan reaksi dari kalangan buruh.

"Kenaikan upah setiap tahun merupakan hal yang sangat dinanti-nantikan oleh kaum buruh untuk meningkatkan daya beli," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi tahun ini yang menjadi dasar perhitungan upah minimum 2021 memang berpotensi minus. Namun, sambung Roy, inflasi masih terjadi. Oleh karena itu, ia mengusulkan agar dasar kenaikan upah 2021 bisa menggunakan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Mengutip proyeksi Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 sebesar 5,5 persen. Kemudian, menurut pemerintah 5,0 persen, Dana Moneter Internasional (IMF) 6,1 persen, Bank Pembangunan Asia (ADB) 5,1 persen, dan Bank Dunia 4,8 persen.

"Data-data tersebut adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021, sedangkan upah minimum berlaku pada tahun 2021 juga. Sehingga angka-angka tersebut bisa dijadikan dasar untuk menetapkan upah minimum tahun 2021," kata Roy.

Menurut Roy, pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat tergantung pada daya beli masyarakat. Ketika pendapatan buruh lemah, daya beli buruh akan turun sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Bagaimana mungkin proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 bisa tercapai kalau daya beli masyarakat rendah bahkan mengalami penurunan?," cetusnya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Kemendag Pastikan Pasokan Kedelai Cukup untuk Nataru

Jumat, 3 Desember 2021 | 20:02 WIB

XL Axiata Perluas Layanan di Sumatra

Selasa, 30 November 2021 | 15:49 WIB

Harga Cabai Hingga Kentang Turun Berjamaah di Padang

Selasa, 30 November 2021 | 10:30 WIB

JD.ID Jual Spark 7 Terbaru dari TECNO

Senin, 29 November 2021 | 17:00 WIB
X