Buruh Murka & Ancam Demo Besar-besaran Gegara UMP Diputuskan Tak Naik

- Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:22 WIB

HARIANHALUAN.COM - Kalangan buruh langsung merespons Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja yang menyatakan tidak adanya kenaikan upah minimum tahun 2021 mendatang.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyesalkan keputusan tersebut. Ia mengatakan, aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.

"Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha semata," katanya, Selasa (27/10).

Menurutnya, pengusaha memang sedang susah. Tapi buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021.

Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikkan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.

"Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, ada 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik. Pertama, jika upah minimum tidak naik maka akan membuat situasi semakin panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Di mana seiring dengan penolakan omnibus law, buruh juga akan menyuarakan agar upah minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.

Kedua, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.

"Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said Iqbal.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Naik Tipis, Harga Emas Hari Ini Rp930.000 per Gram

Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:10 WIB

Siang Ini Rupiah Belum Beranjak dari Rp 14.200/US$

Kamis, 28 Oktober 2021 | 13:26 WIB

Ini Dia Kunci Keberhasilan Perbankan Masa Depan

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:27 WIB

XL Axiata Terus Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara

Rabu, 27 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini Penyebab Harga Gambir Jeblok di Sumbar

Rabu, 27 Oktober 2021 | 13:41 WIB
X