Komunitas Bengkel Kreasi di Solsel Hasilkan Rupiah dari Budi Daya Bonsai

- Sabtu, 31 Oktober 2020 | 17:20 WIB

HARIANHALUAN.COM - Banyak hobi yang bisa menghasilkan uang. Salah satunya hobi membudidayakan bonsai. Hobi itulah yang ditekuni oleh sekitar 40 anggota komunitas Bengkel Kreasi Talunan Maju di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan (Solsel). 

Di tengah lesunya harga karet, komoditas pertanian mayoritas warga setempat, mereka membudidayakan bonsai sebagai usaha sampingan.
 
Pembina Bengkel Kreasi Talunan Maju, Hendrik Patriona, mengatakan bahwa mereka sudah mulai menghasilkan uang dari budi daya bonsai. Bonsai mereka tidak hanya dibeli oleh orang di kecamatan dan kabupaten tersebut, juga oleh orang dari kabupaten lain. 

“Nagari Talunan Maju sudah mulai dikenal sebagai nagari pusat penjualan bonsai. Pembeli dari dalam Solok Selatan langsung ke sini untuk mencari bonsai. Untuk pembeli dari daerah lain, kami sudah menjual secara online,” ujarnya, Sabtu (31/10/2020). 

Mengenai harga, Hendrik mengatakan bahwa harga bonsai komunitasnya antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Menurutnya, harga itu rendah. Harga bonsai yang berusia tiga sampai empat tahun mencapai Rp30 juta. Sementara itu, harga bonsai ekspor Rp50 juta ke atas.

“Harga bonsai bergantung detail bonsai. Bonsai orang baru berusia tiga sampai empat tahun sudah mahal. Bonsai kami sudah tua, tapi harganya masih rendah. Itu karena budi daya bonsai kami apa adanya. Kami terkendala alat. Bonsai yang bagus tak bisa dibentuk manual. Butuh alat yang memadai. Perawatannya tak gampang,” tuturnya. 

Bengkel Kreasi Talunan Maju, kata Hendrik, berupaya secara bertahap menambah peralatan budi daya untuk menghasilkan bonsai berkualitas bagus sehingga harganya mahal. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin menjual bonsai ekspor karena perawatannya sangat susah. Pihaknya hanya ingin menjadi pembudi daya yang memasok bonsai sebagai bahan mentah ke perusahaan-perusahaan pengekspor bonsai.

“Bonsai di Indonesia sudah ekspor sejak 2010. Indonesia baru mengekspor sekitar 6.000 bonsai per bulan, sedangkan kebutuhan luar negeri sekitar 18.000 bonsai per bulan. Perusahaan pengekpor bonsai cukup banyak di Indonesia. di Sumbar juga ada. Target kami jadi pemasok bahan mentah ke perusahaan itu, tentu saja dengan standar tertentu. Kami melihat prospek bisnis bonsai sangat bagus karena kebutuhannya tinggi, sedangkan pasokannya sedikit. Membuat bonsai yang bagus itu bisa sampai sepuluh tahun, sementara menjualnya hanya sepuluh menit,” ucapnya.

Pameran Bonsai
Bengkel Kreasi Talunan Maju telah berusia setahun. Dalam waktu singkat itu, mereka sudah punya sekitar 4.000 bonsai. Tiap anggota membudidayakan 100 hingga 300 bonsai. 

Hendrik mengklaim Bengkel Kreasi Talunan Maju sebagai  satu-satunya komunitas pebonsai di Solok Selatan. Mereka pernah mewakili kabupaten itu dalam acara pameran bonsai di Padang beberapa waktu lalu. Di Sumbar mereka termasuk satu dari sekitar 12 komunitas pebonsai yang aktif.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Ini 8 Cara Mengatasi Masalah Keuangan

Senin, 2 Agustus 2021 | 08:39 WIB

Pekan Ini, Harga Minyak Dunia Naik sampai 3%

Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:38 WIB

Bursa Saham AS Anjlok tapi Dolar Menguat

Sabtu, 31 Juli 2021 | 08:16 WIB

Laba PT BBCA Tembus Rp15 T

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:34 WIB
X