Kendalanya di Distributor, Pasar Tradisional Pekanbaru Belum Satu Harga Migor

- Kamis, 27 Januari 2022 | 01:42 WIB
Ilustrasi. Net
Ilustrasi. Net

HARIANHALUAN.COM - Belum terlaksana ketentuan satu harga jual minyak goreng (Migor) pada sejumlah Pasar Tradisional di Pekanbaru, Riau. Tim gabungan masih menemukan harga jual Migor di atas Rp14 ribu per liter.

Baca Juga: Bentrokan di Pulau Haruku Maluku, Ada Pemakai Senjata Api Rakitan

Salah satunya di Pasar Pagi Arengka Jalan Soekarno Hatta. Di sini minyak goreng masih dijual dikisaran Rp 19 hingga 20 ribu per liter.

Harga minyak goreng yang belum sesuai dengan kebijakan Kemendag RI diketahui melalui pantauan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Riau Taufik OH. Tim Satgas Ketahanan Pangan dari Reskrimsus Polda Riau, Bulog dan Satpol PP juga turut melakukan pantauan lapangan.

"Untuk harga pasar tradisonal belum, yang mestinya sudah berlaku hari ini. Kita tanya tadi langsung ke pedagang, harga minyak goreng kemasan masih dijual normal," kata Kadisperindag Riau, di sela pantauan ke sejumlah pedagang di pasar pagi Arengka, Rabu (26/1/22).
Alasan pedagang tradisional belum menjual satu harga Rp14 ribu perliternya, karena masih menunggu dari pihak penyuplai. Jika ketentuan harga itu sudah dilakukan, barulah satu harga diterapkan.

Sebagai informasi, sebagian besar suplai minyak goreng di pasar-pasar tradisional dilakukan oleh distributor tak tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) yang sudah menyapakati satu harga penjualan minyak goreng Rp14 ribu perliternya.

Setelah melakukan pengecekan ke sejumlah pedagang di Pasar Pagi Arengka, Kadisperindag Riau bersama Tim Satgas Ketahanan Pangan lalu melakukan pengecekan ke dua distributor besar di Riau. Yakni di Pan Baruna di Jalan Kaharuddin Nasution dan Gudang Indomaret di Teratak Buluh, Kampar.

Di Pan Baruna, pihak manajmen mengakui belum menerapkan satu harga Rp14 ribu perliter karena alasan baru menerima kebijakan dari pihak pabrikan awal pekan ini. Pihak distributor pun menyatakan masih membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian harga.
Meski begitu, manajemen distributor Pan Baruna menyatakan sudah mendata pasar-pasar terutama toko-toko yang mereka pasok. Dalam waktu tidak lama, penyesuaian harga Rp14 ribu perliter bisa diseragamkan.

"Pihak distributor (Pan Baruna) sudah mendata ke tempat-tempat mereka pasok. Artinya, harga ini segera disesuaikan. Memang alasannya, karena mereka baru menerima surat kebijakan itu. Dan kita sudah tekankan agar satu harga ini cepat disesuaikan," ungkap Taufik.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluanriau.co

Tags

Terkini

Sah! BNI Resmi Akuisisi Bank Mayora

Jumat, 20 Mei 2022 | 13:21 WIB

5 Tips Investasi Bagi Pekerja Kantoran

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:48 WIB

Simak 4 Keuntungan Transaksi dengan Allo Bank

Rabu, 18 Mei 2022 | 23:14 WIB

Deretan Saham Diprediksi Berkilau Minggu Ini

Selasa, 17 Mei 2022 | 21:07 WIB
X