Hasil Industri dan Pertanian yang Menjadi Komoditas Ekspor di Indonesia

- Kamis, 27 Januari 2022 | 15:17 WIB
Ilustrasi Kelapa Sawit (Ghina Atika)
Ilustrasi Kelapa Sawit (Ghina Atika)

Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Dalam urusan ekspor Indonesia memiliki beberapa komoditas yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Komoditas-komoditas tersebut juga berperan penting bagi negara lain.

Pada bidang industri Indonesia memiliki banyak barang yang menjadi komoditas ekspor asli Indonesia. Beberapa ekspor komoditas hasil industri Indonesia misalnya alas kaki, otomotif, produk tektsil, makanan olahan, dan elektronik.

Salah satu komoditas ekspor di bidang pertanian yang paling terkenal adalah ekspor kelapa sawit. Indonesia terkenal sebagai penghasil kelapat sawit terbesar di dunia. Indonesia menguasai 55 persen pangsa pasar sawit di dunia. Tahun lalu, data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat volume ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 34 juta ton senilai US$22,97 miliar.

Kelapa sawit dan turunannya masuk dalam golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati. BPS mencatat capaian ekspor golongan barang ini paling tinggi dalam kategori ekspor nonmigas. Minyak sawit banyak diekspor ke China, India, Eropa, dan lainnya.

Selain kelapa sawit ada juga komoditas ekspor yang berasal dari pertanian dan perekebunan Indonesia, misalnya teh, kakao, kopi, rempah, kopra, dan karet. Komoditas pertanian yang meliputi hasil perkebunan, perikanan baik dibudidayakan ataupun yang di tangkap, tanaman pangan, tanaman holtikultura seperti sayuran dan buah-buahan, kehutanan, dan peternakan.

Baca Juga: Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Pesisir Selatan Gelar Operasi Pasar Murah

Komoditas secara umum terbagi menjadi empat jika dilihat dari kacamata ekspor impor, yaitu :

  1. Komoditas peternakan yang mencakup segala jenis ternak hidup dan produk turunannya seperti susu, daging, kulit, bulu, keju, dan lainnya.
  2. Komoditas logam, seperti segala macam bentuk pertambangan mineral baik nikel, emas, seng, perak, platinum, tembagam dan lainnya.
  3. Komoditas energi yaitu komoditas yang berisi energi yang didapat dari hasil alam seperti minyak bumi, gas, batu bara, listrik, dan lainnya.
  4. Komoditas pertanian yang berasal dari pertanian dan juga perkebunan seperti beras, jagung, gandum, sawit, karet, kapas, dan lainnya.

Perdangan komoditas berbeda dengan perdagangan umumnya. Perdagangan komoditas memiliki sistem yang cukup unik.  Harga perdagangan komoditas biasanya tergantung pada banyaknya penawaran dan permintaan dari pasar. Sedangkan harga jual produk di pasar pada perdagangan umum ditentukan oleh penjual dan konsumen yang berinteraksi.

Pelaku perdagangn komoditas biasanya sudah akrab dengan risiko fluktuasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) fluktuasi adalah keadaan yang menunjukkan naik atau turunnya harga.

Komoditas sendiri biasanya diperdagangkan pada bursa komoditas itu sendiri. Harganya pun berfluktuasi dan sistem perdagangannya adalah kontrak berjangka selazimnya perdagangan komoditas. Naik atau turunnya harga komoditas ditentukan oleh berbagai faktor yang ada. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah kapasitas produksi, kondisi cuaca, musim, situasi politik, insentif atau larangan pemerintah, dan lainnya.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: kompas.com, CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hari Ini 13 Mei 2022, IHSG Melorot ke 6.597

Jumat, 13 Mei 2022 | 22:08 WIB
X