Dorong Investasi, Bank Indonesia dan Bank China Perbarui Perjanjian

- Jumat, 28 Januari 2022 | 01:05 WIB
Ilustrasi.  (Shutterstock).
Ilustrasi. (Shutterstock).

HARIANHALUAN.COM - Perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal atau Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara Bank Indonesia dan The People's Bank of China telah diperbarui.

Baca Juga: Duh, Gembong Penyelundup Pekerja ke Malaysia Ini Punya Jaringan Luas

BCSA BI dan The People's Bank of China tersebut mulai berlaku efektif sejak 21 Januari 2022.

"Perjanjian BCSA tersebut memungkinkan dilakukannya pertukaran dalam mata uang lokal masing-masing negara hingga senilai CNY250 miliar atau Rp550 triliun (ekuivalen sekitar USD38,8 miliar," ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resminya, dilandsir dari mecom.id, Kamis (27/1/2022).

Erwin menerangkan perjanjian kerja sama ini dimaksudkan untuk semakin mendorong perdagangan bilateral dan investasi langsung dalam mata uang lokal masing-masing negara dalam rangka pembangunan ekonomi di kedua negara serta menunjukkan komitmen kedua bank sentral untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Lebih lanjut, perjanjian kerja sama BCSA Bank Indonesia dan The People's Bank of China pertama kali ditandatangani pada Maret 2009 dan telah beberapa kali mengalami amandemen dan perpanjangan masa berlaku.

Baca Juga: Pemilik Kebun Sawit di Riau Ini Tewas Diinjak Kawan Gajah

"Hal ini merefleksikan kuatnya kerja sama bidang keuangan antara Bank Indonesia dan The People's Bank of China, dan diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi kedua negara," pungkas Erwin.

Sumber: Medcom.id

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Medcom.id

Tags

Terkini

Hari Ini 13 Mei 2022, IHSG Melorot ke 6.597

Jumat, 13 Mei 2022 | 22:08 WIB
X