Waket DPD RI Dorong Agenda Literasi Keuangan Masuk dalam Kurikulum Sekolah

- Rabu, 2 Februari 2022 | 15:25 WIB
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin.
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin mendorong pemerintah agar memberikan ruang bagi agenda literasi keuangan ke dalam kurikulum pendidikan nasional, khususnya di tingkat sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal ini disampaikan Sultan menyusul maraknya terjadi kasus kejahatan keuangan dengan berbagai modus di banyak daerah, dengan nilai yang sangat besar.

Baca Juga: Sandiaga Uno Respon Sultan B Najamudin: Sepakat Kembangkan Pariwisata di Sumatera

"Negara tidak boleh abai terhadap kejahatan sistematis yang secara masif merugikan rakyatnya. Kejahatan keuangan adalah bagian dari praktek korupsi yang juga harus didefinisikan sebagai Extra ordinary crime", tegas Sultan melalui keterangan resminya pada Rabu (02/02).

Kesenjangan Literasi keuangan, menurut Sultan, adalah sumber masalah penipuan investasi keuangan masyarakat paling serius yang harus segera diatasi secara sistematis sejak dini. Sehingga kami berpendapat bahwa agenda peningkatan literasi keuangan harus memiliki tempat dalam kurikulum pendidikan nasional.

"Data OJK menunjukkan bahwa 60 an persen masyarakat Indonesia saat ini yang terlibat dalam bisnis investasi di banyak platform industri keuangan digital adalah millenial. Di saat yang sama data kasus kejahatan keuangan pun semakin meningkat", ungkap mantan ketua HIPMI Bengkulu itu.

Baca Juga: Dukung Literasi Keuangan, Astra Life Gelar #BetterSandwichGen Masterclass

Artinya, dampak dari rendahnya kualitas literasi keuangan masyarakat khususnya Millenial adalah penting untuk dicegah secara edukatif. Ini penting untuk diperhatikan oleh pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait, khususnya kementerian pendidikan dan OJK.

"Pemerintah jangan hanya berupaya meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat, sementara di sisi lain mengabaikan potensi penipuan dan tergerusnya keuangan masyarakat akibat melibatkan diri dalam bisnis investasi yang tidak bertanggungjawab", kata Sultan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cara Mudah Daftar Online BLT UMKM 2022

Minggu, 3 Juli 2022 | 15:28 WIB

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X