Dunia Bakal Hadapi Kelangkaan Solar, Dorong Kenaikan Biaya BBM dan Transportasi

- Jumat, 11 Februari 2022 | 21:35 WIB
ilustrasi Solar (Ruswanti)
ilustrasi Solar (Ruswanti)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Dunia sedang mengalami kekurangan pasokan BBM jenis solar seiring dengan kewalahannya industri kilang minyak untuk memenuhi kebutuhan pasar yang meningkat pasca pandemi.

Fenomena tersebut memperburuk isu defisit energi dunia, mengakibatnya melesatnya harga komoditas gas, batu bara dan minyak mentah. Kekurangan pasokan solar akan mendorong kenaikan biaya BBM dan transportasi sehingga menambah lebih banyak tekanan pada harga eceran.

Impor solar Amerika Serikat (AS) dan Asia yang menjadi andalan Eropa telah dibatasi dalam beberapa pekan terakhir karena konsumsi domestik untuk keperluan manufaktur dan bahan bakar jalan yang lebih tinggi.

Baca Juga: Krisis Energi Bikin Singapura Terancam Gelap Gulita, Bakal Impor Listrik dari Indonesia?

Persediaan minyak mentah, yang meliputi solar dan minyak pemanas, yang disimpan di penyimpanan independen di area kilang dan tangki penyimpanan Amsterdam-Rotterdam-Antwerp (ARA) Eropa, turun 2,5% pada minggu lalu, menurut data konsultan Belanda Insights Global.

Stok solar regional berada pada level terendah untuk sepanjang tahun ini sejak 2008, menurut data, sementara persediaan solar distilasi menengah Singapura juga turun ke posisi terendah dalam beberapa tahun sebesar 8,21 juta barel.

"Permintaan solar tampaknya meningkat di (Eropa barat laut) tetapi kapasitas kilang yang lebih rendah dibandingkan dengan pra-COVID dan tingkat impor yang rendah, membuat pasar di bawah tekanan berat," kata Lars van Wageningen dari Insights Global.

Baca Juga: China Krisis Energi, Indonesia Jadi Kebanjiran Untung

Harga kargo solar Northwest European mencapai $114/bbl pada Senin (7/2), tertinggi sejak September 2014, sementara margin minyak mentah mencapai angka tertinggi selama dua tahun terakhir pada minggu lalu.

Analis Morgan Stanley mencatat bahwa harga solar mencapai sekitar $180 per barel pada 2008, didorong oleh pasar distilat menengah yang sangat ketat karena minyak mentah jenis Brent naik mendekati USD150/barel.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X