Harga Tanah di Bandung Melejit Akibat Banyak Proyek Infrastruktur

- Senin, 14 Februari 2022 | 18:57 WIB
Bandung (Ghina Atika)
Bandung (Ghina Atika)

Beberapa proyek infrastruktur sedang menjalani proses pembangunan di kota Bandung. Proyek infrastruktur ini terdiri dari jalan tol dan kereta cepat. Adanya pembangunan ini mempengaruhi harga property di wilayah sekitar pembangunan.

Infrastruktur yang sedang dikebut rencana pembangunannya adalah Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap. Tol ini dibangun sepanjang 206,65 kilometer dan akan di mulai pembangunannya pada akhir tahun 2022 ini.

Rencananya Jalan Tol Getaci akan terhubung dengan Jalan Tol Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) atau Jalan Tol Dalam Kota Bandung yang sudah direncanakan.

Marine Novita selaku Country Manager Rumah.com mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik adanya rencana pembangunan di area Priangan Timur dan Jawa Barat bagian Selatan yang selama ini aksesnya tidak sebaik daerah lainnya di pulau Jawa.

Dilansir dari bisnis.com Marine menuturkan bahwa pergerakan harga, demand, dan suplai di kota-kota yang dilewati tol Getaci belum terlalu kelihatan dinamis untuk dibuat kesimpulan. Pasalnya pada akhir kuartal IV/2021, sisi harga rata-rata per meter di Cilacap sebesar Rp 4.083.333 dan Tasikmalaya senilai Rp 4.198.473 per meter tidak terpaut jauh dari kuartal III/2021. Marine menambahkan jika dilihat dari berbagai aspek yang lebih luas Tasikmalaya cukup strategis dengan posisinya yang sentral di Priangan Timur dan infrastruktur yang lengkap.

Marine juga menyebutkan mengenai dinamika property di kota Bandung dan sekitarnya menarik untuk diperhatikan. Selain rencana pembangunan tol Getaci, selama ini tol Purbaleunyi sudah semakin terhubung, di mana tol Purbaleunyi terhubung dengan tol Soreang – Pasirkoja (Soroja) dan mulai terhubung juga dengan tol Cileunyi-Sumedang Dawuan (Cisumdawu).

Baca Juga: Kemendikbudristek Bangun Kampus 2 Politeknik Manufaktur Bandung di Kawasan Metropolitan Rebana

Selain kedua tol ini, pembangunan Kereta Cepat yang menghubungkan Jakarta dengan stasiun Padalarang dan stasiun di Tegalluar juga tentu sedikit banyak akan ada efeknya terhadap properti. "Semua pembangunan infrastruktur yang disebut di atas sudah berjalan, sementara itu tol BIUTR sendiri sampai sekarang masih kontraversial dan kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat karena pembebasan lahan di tengah kota akan sangat sulit dilakukan," ucapnya.

Berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) Kuartal IV/2021, dari beberapa perkembangan infrastuktur tersebut terdapat beberapa hal yang bisa diamati yakni di Kota Bandung secara umum harga tanah sekitar Rp12.075.471 per meter naik sekitar 4,18% dari kuartal sebelumnya.

Kota Bandung mengalami kenaikan kenaikan suplai tanah sebesar 76,2% dan demand sebesar 30,6%. Untuk harga tanah di Cileunyi mencapai Rp7.066.666 per meter. Harga tanah di Cileunyi mengalami kenaikan sebesar 7,3% dari kuartal III/2021. Tanah di Cileunyi mengalami kenaikan suplai sebesar 2,7% dan terjadi penurunan permintaan tanah sebesar -15%.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: Bisnis.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB

PLN Sumbar Kembali Adakan Light Up the Dream

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:52 WIB

Gencar Transaksi Afiliasi, Saham GoTo Meroket

Rabu, 22 Juni 2022 | 20:54 WIB
X