Harga Kedelai Naik, Ukuran Tahu Tempe Menciut

- Jumat, 18 Februari 2022 | 14:26 WIB
Kedelai (Ghina Atika)
Kedelai (Ghina Atika)

Tren kenaikan harga kedelai impor akan berlanjut hingga Mei 2022 menurut laporan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag). Harga komoditas impor kedelai yang naik membuat tahu tempe ikut melonjak.

Berdasarkan data dari Chicago Board of Trade (CBOT) harga kedelai pada pekan pertama Februari 2022 sudah menyentuh pada angka US $15,77 per bushel atau sekitar Rp. 11.240 per kilogram. Angka tersebut sudah mengalami peningkatan yang tinggi atau sekitar 19 persen dari angka sebelumnya di akhir Januari 2022 yaitu US $13,77 per bushelnya.

Kenaikan harga kedelai ini dipicu adanya turunnya pasokan dari produsen utama kedelai seperti Brazil pada awal tahun 2022. Selain itu juga, inflasi Amerika Serikat di posisi 7 persen turut mengungkit harga bahan produksi tingkat dunia.

Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri (Kemendag) Oke Nurwan, memastikan Indonesia mendapat komitmen impor dari Asosiasi Kedelai Indonesia (Akindo) untuk tetap memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri.

Hingga pekan pertama bulan Februari 2022 ketersediaan kedelai dalam negeri mencapai 140 ribu ton. Adapun, impor kedelai sebanyak 160.000 ton akan masuk pada akhir Februari.

Baca Juga: Siap-siap 'Puasa' Makan Tahu Tempe, Perajin Bakal Mogok Produksi Mulai Minggu Depan

Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) mencatat harga kedelai yang sudah ada di pengrajin berkisar sekitar harga Rp. 10.800 sampai Rp. 11.000.

Akibat yang harus ditanggung adalah kenaikan harga tahu tempe di pasaran yang kini sudah mencapai Rp. 10.300 sampai Rp. 10.600 per kilogramnya pada awal bulan ini. Di lain sisi, harga yang tercatat di pasaran per papannya Rp. 52.400 sampai Rp. 53.700 atau setara dengan Rp. 700 per potong.

Karena kenaikan harga ini, ukuran tahu tempe jadi mengecil. Aip Syarifuddin selaku Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) mengatakan bahwa anggotanya telah menjual tahu dan tempe dalam ukuran yang lebih kecil pada pekan ini. Harga ini bertujuan untuk mengimbangi kenaikan harga kedelai di tingkat produsen yang ikut terseret akibat gejolak harga kedelai global.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: Bisnis.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Memilih Broker Asuransi Terbaik Agar Tak Kecewa

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:58 WIB

Jangan Ketipu! Ini Cara Cek Keaslian Uang Rupiah Baru

Kamis, 18 Agustus 2022 | 14:07 WIB

BTI XL Dukung Kopdargab All Bikers se Indonesia

Kamis, 18 Agustus 2022 | 12:04 WIB

IHSG Tertekan, Intip Saham Tahan Banting

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:24 WIB

Cobain Kakeibo, Teknik Menabung Ala Orang Jepang

Kamis, 18 Agustus 2022 | 08:16 WIB
X