Perajin Berhenti Produksi Hari Ini, Emak-Emak Keluhkan Tidak Ada Tahu Tempe di Pasaran

- Senin, 21 Februari 2022 | 18:30 WIB
Tahu Tempe (Ghina Atika)
Tahu Tempe (Ghina Atika)

Kenaikan harga tahu tempe mulai meroket semenjak adanya lonjakan pada kedelai impor. Pada awalnya ukuran tahu dan tempe di Indonesia mulai dikecilkan ukurannya, namun karena pasokan kedelai yang berkurang maka terhitung sejak hari ini (21/2/22) produksi tahu dan tempe akan langka atau terjadi pemogokkan.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengkonfirmasi hal ini. Pemogokkan kerja ini diperkirakan akan berakhir pada tanggal 23 Februari 2022. Namun, hal ini tidak bisa dipastikan jika pasokan masih kurang maka produksi tahu dan tempe akan tetap diberhentikan tambah Aip.

Aip juga mengatakan bahwa tahu tempe di pasaran pada hari ini akan terjadi kelangakaan atau bahkan tidak terdapat penjualannya. Distribusi tahu tempe saat ini sedang terganggu.

Handoko seorang perajin tahu tempe di daerah Jakarta Barat juga mengatakan hal yang sama. Handoko menyatakan bahwa tahu tempe memang tidak diproduksi pada hari ini, karena memang ada kesepakatan untuk mogok selama tiga hari.

Handoko sendiri adalah seorang perajin tahu tempe sejak tahun 1992. Dia memproduksi tahu tempe di perumahan Koperasi Produsen Tahu Tempe (Kopti) Semanan, Jakarta Barat.

Baca Juga: Kesamaan Makanan Favorit Puan Maharani dan Bung Karno, Ada Tempe Sampai Sayur Asem

Ia mengatakan produsen maupun masyarakat harus sama-sama puasa tempe-tahu sebagai bentuk keprihatinan dan menginformasikan kepada para konsumen bahwa harga tahu tempe akan naik mengingat harga bahan baku juga naik.

Handoko juga menyebutkan mogok produksi ini bentuk keprihatinan terhadap pasokan kedelai di negeri ini. Ia juga menyebutkan bahwa kerugian yang mereka tanggung juga sama dengan kerugian yang dialami para pedagang karena adanya perubahan harga di pasar.

Perubahan harga yang dimaksud Handoko berkisar sekitar 20 persen, dengan tempe mengalami kenaikan dari Rp5.000 menjadi Rp6.000 di harga pasar.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi: Stok Beras Nasional Capai 10,2 Juta Ton

Minggu, 14 Agustus 2022 | 16:18 WIB

Indonesia Bakal Disalip Malaysia, Kok Bisa?

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:50 WIB

LUTD Listriki Pelosok Nagari Sungai Landia Agam

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:05 WIB
X