Harga Gas Alam Eropa Naik Akibat Sanksi Terhadap Rusia

- Jumat, 4 Maret 2022 | 10:23 WIB
Ilustrasi Gas Alam (Ghina Atika)
Ilustrasi Gas Alam (Ghina Atika)

Kenaikan gas alam di Eropa terlihat sangat signifikan pada Rabu (2/3/22). Akibat sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa kepada Rusia, Belanda juga menaikkan harga gas acuan sehingga mencapai rekor tertinggi dalam harga penjualan.

Harga gas bumi acuan milik Belanda yang bernama Title Transfeer Facility (TFF) mencapai rekor tertinggi harian yakni 185 euro per ton. Rekor ini melampui rekor sebelumnya yaitu 184.95 euro pada bulan Desember lalu.

Pemerintah Inggris juga telah memblokir kapal-kapal pengiriman dari Rusia. Sementara Negara di Uni Eropa turut mempertimbangkan untuk mengeluarkan larangan kapal Rusia berlabuh di benua biru tersebut.

Di sisi lain juga, Parlemen Eropa meminta Uni Eropa untuk menutup pelabuhan-pelabuhan yang ada di seluruh wilayah Eropa bagi kapal Rusia. Sehingga tidak ada lagi kapal yang berlabuh atau pun berangkat ke Rusia.

Meskipun saat ini Parlemen Eropa tidak menetapkan sanksi, namun pelaku pasar memperkirakan kemungkinan ke depannya akan pengetatan terhadap Rusia. Rusia sendiri memasok sekitar 40 persen gas alam bagi wilayah Eropa.

Walaupun tidak semua negara bergantung pasokan gas alam langsung dari Rusia, namun apabila pasokan gas alam dari Rusia terhenti maka negara-negara Eropa harus mencari sumber dari negara lain.

Baca Juga: Kekurangan Cadangan Gas Alam, Harga Bahan Bakar Minyak Dekati Level Tertinggi

Dikutip dari Reuters pada Jumat (4/3/22), Analis Gas Alam Eropa di Energy Aspects Leon Izbicki menyebutkan pergerakan harga hari ini tidak didasarkan pada perubahan mendasar pada neraca gas Eropa. Namun, pendorong utama di balik kenaikan tajam TFF adalah peningkatan risiko sanksi Eropa yang menargetkan ekspor energi dari Rusia.

Meskipun saat ini perang masih berlangsung di Ukraina, namun pengiriman fisik gas dari Rusia ke Eropa melalui berbagai jalur pipa sebagin besar tetap tidak berubah. Bahkan gas yang dating dari Rusia melalui pipa Ukraina tetap berjalan.

Halaman:

Editor: Ghina Atika

Sumber: CNN Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Pilih Asuransi Kesehatan Anak

Sabtu, 2 Juli 2022 | 10:47 WIB

PLN UIW Sumbar Gelar Donor Darah

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:22 WIB
X